IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Polsek Namorambe dituding tidak serius menangani kasus penganiayaan yang dilaporkan oleh korban Nurfina Br Nasution (35). Bahkan pelakunya yang warga Perumahan Xenia Blok F.04 Dusun Asih, Desa Sidijejo (Kecamatan Namo Rambe) disinyalir telah mempermainkan berkas laporan korban sesuai dengan Nomor STPL: 55/IV/2017/SPKT tertanggal 26 April 2017.

Buktinya, kapolsek Namorambe AKP D. Ketaren mengaku, hingga saat ini, pihaknya belum menerima surat keterangan hasil visum yang dikeluarkan oleh pihak Puskesmas Namorambe.




“Tadi saya ke Polsek Namorambe. Menurut petugas yang saya jumpai, mereka belum menerima surat visum dari Puskesmas. Sehingga Polisi mengaku belum bisa melengkapi berkas penyidikan. Padahal segala biaya untuk pengeluaran surat visum itu sudah diberikan kepada tim medis Puskesmas Namorambe,” ujar Nurfina Br Nasution kepada reporter Sora Sirulo [Jumat 12/5].

Ironisnya lagi, kata Nurfina, selain terkendala dengan belum diterimanya surat visum, Polisi juga mengaku terkendala memanggil tersangka Ani, pelaku yang menganiaya dirinya karena tidak mengetahui alamat pelaku.

“Saya kira pernyataan Polisi itu tidak logis. Soalnya suami saya Menam Sitepu telah diperiksa Polisi untuk dimintai keterangan. Sementara sejak penganiayaan yang saya alami, suami saya tinggal dengan pelaku yang merupakan selingkuhan suami saya itu. Makanya saya heran dengan alasan apa polisi mengatakan tidak mengetahui dimana alamat tersangka,” sambung korban heran.

Saat ditanyai lebih lanjut, Nurfina Br Nasution pun menduga pihak Polsek Namorambe sudah main mata dengan pelaku melalui suaminya Menam Sitepu.

“Kalau dugaan saya ini benar, saya hanya bisa berdoa dan mengadu pada Tuhan. Semoga doa saya dikabulkan dan kebenaran ditunjukkan. Sehingga pelaku yang menganiaya dan merebut suami saya segera diproses dengan hukum yang berlaku,” bilang korban sedih.

Foto header: Tersangka Ani (pelaku penganiayaan terhadap korban).








Leave a Reply