Sirulo TV: 1000 Lilin Untuk Ahok di Amsterdam, Bagaimana Mengorganisirnya?

0
634

SRIA VAN MUNSTER. AMSTERDAM. Masyarakat Indonesia di Nederland tidak mau ketinggalan dalam Aksi 1000 Lilin Melawan Intoleran. Dunia sudah mengetahui aksi ini telah diadakan di banyak tempat di Indonesia dan luar negeri dan kemarin [Sabtu 13/5] di Amsterdam. Namun demikian, sangat minim diberitakan bagaimana panitia atau penggerak mengorganisir aksi ini.

“Awalnya adalah ketika sejumlah warga asal Indonesia telah bersepakat untuk ikut Aksi 1000 lilin melaui sosial media, tetapi jelas tidak segampang mengumpulkan pasir di pantai,” demikian kata salah seorang penggagas aksi.

Soalnya, orang-orang Indonesia tersebar di banyak tempat di Nederland. Banyak pula yang bertugas pada hari Sabtu. Ta[i, toh akhirnya sejumlah penggagas memutuskan untuk mengegelar aksi pada hari Sabtu 13 Mei 2017 kemarin agar seiring dengan aksi-aksi yang sama di beberapa negara lain di dunia dan juga di Bumi Nusantara sendiri.

Rencana ini sesungguhnya belum benar-benar matang karena masih harus minta izin ke Walikota Amsterdam. Setelah diumumkan bahwa diberi izin di Damrak, depan Istana Ratu di Amsterdam, seorang simpatisan mengirim undangan dalam bentuk flayer.




Dalam pengamatan Sora Sirulo, jelas bahwa Walikota Amsterdam telah mendengar bahwa ini bukan aksi main-main. Oleh karena itu, mereka menyadari bahwa ruang dan tempat Damrak akan terlalu kecil. Akhirnya di hari Jumat pagi kemarin dulu, Walikota menyediakan lokasi yang lebih aman dan nyaman serta luas, yaitu Museum Plein Amsterdam, sebuah lapangan terbuka yang terluas di Amsterdam.

“Kami tidak tahu siapa yang membuat flayer. Maaf jika keadaan seperti ini,“ ucap organisator ketika Sora sirulo mencoba memberi ucapan terimakasih.

“Kita hanya diberi waktu 1 jam. Lapangan harus ditinggalkan dengan bersih, tidak ada keributan. Kita tidak boleh bawa loudspeaker. Karena itu, waktu berlangsungnya acara, kita tidak banyak yang dengar dari belakang,” sambungnya.

Organisator tidak menyangka akan banyak orang yang datang seperti kemarin itu, sedangkan mereka hanya diberi ijin untuk 100 orang. Nyatanya aksi ini tidak hanya sebagai Aksi 1000 Lilin, tetapi juga kesempatan indah bertemu dengan saudara sebangsa dan se Tanah Air atau menemukan teman baru, dan juga berreuni dengan teman dan kenalan yang biasanya sulit sekali untuk bertemu di hari-hari biasa.

Ini terlihat setelah puas dengan foto bersama, masih banyak yang orang yang berkelompok dan bercanda seolah enggan meniggalkan lapangan hingga Pukul 10.00 Malam, ketika hari sudah mulai gelap.








Leave a Reply