Masih terngiang begitu jelas ucapan Ahok ketika dalam suatu sesi acara di TV swasta: “Fitnah kita jawab dengan prestasi.” Kalau diperhatikan, saat ini Bpk Jokowi juga lagi mengukir prestasi di semua aspek kehidupan agar seluruh bangsa ini menikmati pembangunan.




Itu bisa dilihat dengan mata kepala bahwa mulai hasil laut yang dimaling bisa diselamatkan, efisiensi birokrasi, sarana dan prasarana infrastruktur pertanian yang tentu saja membutuhkan biaya tidak sedikit, namun Pak Jokowi berhasil mencari biaya pembangunan dengan cerdas melalui Tax Amnesti.

Apakah raihan prestasi yang gemilang di negri ini lalu dihargai dan diberi nilai Plus agar prestasi itu berkesinambungan? Nyatanya tidak! Terbukti seorang Ahok dijegal dan dijagal dengan cara yang jauh dari kata tidak Elok!

Jika diperhatikan, partai yang ingin dan bernafsu berkuasa sudah mulai bergerak. Mereka sudah memasuki sendi-sendi kehidupan masyarakat dan sama sekali tidak berbicara prestasi seorang presiden yang bernama Jokowi. Mereka sudah bergerak dengan menjadi sponsor acara-acara keagamaan. Mereka sudah bergerak dengan mendekati tokoh-tokoh agama .

Di Jawa Barat juga demikian. Mendengar seorang Kang Emil mau maju, Kang Emil dan Kang Deddy yang berprestasi sekaligus seorang pemimpin yang menghargai pluralisme, oleh mereka juga mulai diserang. Masyarakat sudah dicekoki oleh pemikiran sederhana namun mak Jleb: “Pemerintahan sekarang bukan seakidah dengan kita.”

Apakah partai pengusung orang-orang berprestasi seperti halnya Kang Emil atau Pak Jokowi sudah bergerak? Sudah melakukan sesuatu untuk 2019? Mereka malah masih berkutat dengan cara-cara kuno. Cara lama. Dengan cara konvensional! Akan turun gunung jika mau Pilkada atau Pilpres. Itupun dengan janji-janji muluk.




Ini adalah fakta yang faktual!

Jika orang-orang berprestasi akan ditenggelamkan lagi termasuk Pak Jokowi ataupun Kang Emil dan Kang Deddy, siapa yang salah?

Rakyat masih banyak yang bisa dikibuli, Bung!!!!


Leave a Reply