JUARA R. GINTING. LONDON. Kabar kedatangan Wakil Presiden RI (Jusuf Kalla) (JK) di Oxford besok [Kamis 18/5] cepat meluas di Inggris, khususnya di sekitar London dan Oxford. Dengan cepat pula kabar ini mendapat respon dari berbagai kelompok yang terdiri dari orang-orang Indonesia maupun orang-orang Inggris yang berencana mengadakan unjuk rasa.

Mereka sudah mengantongi ijin dari Polisi Oxford untuk demo menyampaikan keberatan-keberatan terhadap JK yang akhir-akhir ini santer dituding sebagai dalang dari meningkatnya intoleransi agama di Indonesia, khususnya terkait Pilkada DKI Jakarta yang baru saja berlalu dengan kemenangan pasangan Anies Sandi.

Menurut Agenda Kerja Wakil Presiden, JK sudah berangkat dari Bandara Internasional Soekarno – Hatta pada Pukul 07.45 melalui VIP Room Terminal 1 B. Rencananya, besok [Kami 18/5], JK akan berbicara sebagai penceramah tamu mengenai Islam Moderat Sebagaimana Dialami oleh Indonesia (Moderate Islam: The Indonesian Experience) di OCIS (Oxford Centre for Islamic Studies). OCIS adalah bagian berdiri sendiri dari Universitas Oxford. Ceramah JK akan dimulai pada Pkl. 14.00 waktu setempat atau 20.00 WIB.

Apa sebenarnya inti keberatan para demonstran terhadap ceramah JK besok di Oxford?

Roh dari demonstrasi besok dapat terbaca di status facebook dari akun Aoki Vera Kurniawati yang discreenshot dan kemudian disebar ke akun-akun facebook orang-orang Indonesia di Inggris. Di situ A.V. Kurniawati mengatakan: Jangan biarkan dia berbohong di luar.




Satu kalimat itu merangkum rasa tidak percaya orang-orang Indonesia saat ini terhadap Jusuf Kalla. Sebagaimana dikatakan juga oleh Mariella Djorgi, asal Jakarta yang pernah bekerja untuk BBC London Seksi Indonesia, geli sekali melihat Bpk Jusuf Kalla Cs mencoba menunjukkan diri sebagai moderat di depan pejabat-pejabat internasional.

“Padahal, kita tahu bagaimana andilnya dalam meningkatnya rasa intoleransi perbedaan agama akhir-akhir ini. Bukan hanya tidak moderat, terlihat juga dari catatan masa lalunya, dia itu rasis,” kata Mariella Djorgi kepada Sora Sirulo sore ini.

Mariella Djorgi yang terkesan sibuk mengorganisir demo besok menjelaskan kepada Sora Sirulo 7 poin utama yang mereka ikrarkan besok:

1) Kesetiaan kami yang tidak tergoyahkan pada NKRI

2) Kekecewaan kami atas keputusan pengadilan untuk memenjarakan Gubernur DKI Jakarta yang terbukti kompeten, jujur dan adil. Semudah itu dijadikan tumbal perebutan kekuasaan politik.

3) Kemirisan hati melihat pernyataan-pernyataan para politisi, termasuk Bapak Jusuf Kalla yang menjurus kepada permusuhan antar kelompok agama, ras dan kekayaan.

4) Kegelian kami melihat Bpk Jusuf Kalla Cs  yang mencoba menunjukkan diri sebagai ‘moderat’ di depan para pejabat internasional yang tidak mudah dibohongi.

5) Menyesali ketidaktegasan Pemerintahan Jokowi untuk menuntashabiskan segala bentuk upaya/ oknum yang merusak persatuan bangsa dengan dalih agama yang jelas mengarah ke makar!

6) Menentang segala pemakaian bahasa yang merendahkan kaum China dan non muslim

7) Menuntut kesetaraan kesempatan untuk semua dalam dunia perpolitikan Indonesia

“Dengan ini kami berniat untuk menegaskan kembali rasa persaudaraan kami antara sesama warga, terlepas dari pada perbedaan agama, suku, ras, status, dan dimanapun kita berada. Kami menuntut agar para petinggi negara mengembalikan semangat Pancasila dan UUD 45,” kata Mariella.

Mariella tetap mengajak semua orang sebanyak-banyaknya untuk mengadakan hunjuk rasa ini.

“Kalau ada yang datang dari Belanda tambah bagus lagi,” katanya kepada Sora Sirulo dengan semangat yang menggebu-gebu sedikit bercampur emosional atas, seperti yang diakuinya sendiri, belagak sucinya orang-orang ini semua (maksudnya para pemain politik licik).








5 COMMENTS

  1. Jusuf kala bukan islam moderat , bukti nyata beliau berpaham anti toleransi dan mendukung radikal adalah dgn di terimanya zakir naek ,ulama india berpelukan mesra dgn wapres ketika kampanye pilkada jakarta tempo hari. Zakir naek di undang karena terdapat kampane terselubung umat islam untuk menguatkan isue sara demi memenangkan anis sandi. Zakir naek ulama india telah menjadi buronan interpol karena telah melakukan tindak penipuan ,suap terhadap anak2 india miskin untuk berpura2 menjadi mualaf.
    Pengadilan India telah menjatuhkan vonis bersalah untuk zakir naek. Zakir naek adalah sama seperti habib rizieq yang melarikan diri dari hukuman di negaranya.

  2. Saya dukung poin-poin yg lain, kecuali poin no.5 itu kurang tepat. Karena no.5 belum terbukti demikian. Jangan campur aduk.
    Hati-hati dengan niat pengadu domba masyarakat terhadap presiden
    .

Leave a Reply