EMMY F. PURBA. KABANJAHE. Lau Biang adalah sungai terpanjang yang melintasi hampir semua bagian dari Taneh Karo. Dia berhulu di Gunung Sipiso-piso (Urung Sipitu Kuta Tengging) dan melintasi bagian Timur Karo Gugung (Dataran Tinggi Karo) menuju bagian Barat Karo Gugung untuk kemudian melintasi tebing curam yang menandai perbedaan Karo Gugung dengan Karo Jahe (Karo Hilir) di perbatasan Kabupaten Karo dengan Kabupaten Langkat.

Setelah melewati air Terjun Belingkin, sungai ini bernama Lau Bampu atau dikenal juga sebagai Sungai Wampu menuju ke arah Timur kembali dan bermuara dekat Hamparan Perak, tak jauh dari pusat Kerajaan Haru, sebuah kerajaan kuno yang dibangga-banggakan orang-orang suku Karo hingga saat ini.

Di banyak tempat, terutama di Dataran Tinggi Karo, Lau Biang sangat beraliran deras. Itu sebabnya, ketika satu diantara empat pengail yang tergelincir saat memancing di tepi Lau Biang cepat sekali menghilang terbawa arus. Kejadian ini terjadi sore hari kemarin dulu [Rabu 17/5] di kawasan Desa Kuta Male (Kecamatan Kuta Buluh, Kabupaten Karo).

Dalam upaya menemukan kembali korban hanyut ini, Relawan Sinabung dibantu oleh aparat TNI dan warga sekitar menyusuri sepanjang sungai Lau Biang.

Kejadian ini berawal saat korban bersama 3 temannya sedang memancing di sungai Lau Biang, tiba2 korban tergelincur dan dengan cepat terbawa arus sungai.

Hari ini [Jumat 19/5], Relawan Sinabung berusaha lagi melakukan pencarian korban dibantu oleh Basarnas. Mereka kembali menyusuri sebagian sungai Lau Biang di sekitar korban terjatuh. Arus sungai terlihat sangat deras sehingga membuat tim relawan harus ekstra hati-hati dalam menyusuri sungai ini.








Leave a Reply