IMANUEL SITEPU. STM HULU. Dibangun tidak sesuai bestek, kepala Desa Tanjung Bampu (Kecamatan STM Hulu, Deliserdang), Ober Tarigan, diduga lakukan mark-up dan berkonspirasi dengan BPD setempat untuk ‘mengeruk’ dana desa tahun anggaran 2016 berjumlah ratusan juta rupiah.

Data yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, dana ratusan juta ini diduga menjadi ‘kue gratisan’ bagi oknum yang tidak bertanggungjawab dengan berbagai dalih proyek desa di antaranya; pembuatan jalan baru, rabat beton jalan desa, pemerataan lahan jambur, jembatan penyeberangan, dan pembuatan bak mata air.




Sumber itu mengungkapkan, dana yang dihabiskan untuk proyek fisik itu senilai hampir Rp. 1 Milyar sangat tidak layak karena kwalitasnya di bawah standard yang telah ditentukan, sehingga rabat beton yang semestinya dapat bertahan hingga berumur tahunan hanya bertahan beberapa minggu saja.

Demikian juga dengan pembuatan jembatan penyeberangan saat ini kondisinya cukup memprihatinkan, masyarakat pejalan kaki yang melintas dari jembatan harus extra hati-hati agar tidak menjadi korban.

“Jembatan ini juga telah rusak dan patah, kita khawatir akan ada korban,” ujar salah satu warga Tanjung Bampu, kepada wartawan di lokasi [Rabu 17/5].

Warga yang minta namanya tidak dikorankan ini, mengingat dia masih ada hubungan keluarga dengan Kepala Desa, menyatakan dana pembangunan sejumlah fisik itu sangat kental dengan penggelembungan anggaran (mark-up); seperti pembuatan bak yang kabarnya mencapai puluhan juta ruiah padahal, jika dilihat fisiknya, diperkirakan hanya menelan biaya sekira Rp 4 juta.

“Sempat ditanya beberapa pengusaha konstruksi terkait dana yang digunakan tersebut dinilai terlalu besar dan jauh dari standar, jadi sudah mahal, tapi kwalitasnya bobrok,” ungkapnya.

Mulusnya pihak kepala desa melakukan mark-up karena telah berkonspirasi dengan BPD sebagai lembaga pemantau di desa. Ketua BPD desa itu merupakan saudara kandung dari kepala desa. Selain itu, Kasi Pemerintahan Desa (PMD) Kecamatan STM Hulu juga merupakan abang kandung dari Kades Tanjung Bampu, sehingga apa yang dilakukan Kades terkesan dilindungi. Ironisnya, warga mengatakan Ober Tarigan merupakan kades yang sangat hobi dengan judi, sehingga sering mengabaikan pelayanan publik di desa itu.

“Susah, bang, di sini semua masih keluarga, kalau masyarakat yang melapor tentu masih enggan, tapi maunya pengawas dari pemerintahan turunlah ke lapangan,” harap beberapa warga disana.

Ketua TPK sekaligus kaur Pembangunan desa Tanjung Bampu Andreas Sitepu beberapa kali coba dikonfirmasi tidak menjawab.

Sementara Camat STM Hulu, Pebri E Gurusinga SSTP yang dikonfirmasi mengatakan pihaknya juga telah beberapa kali mendapat laporan dari masyarakat Tanjung Bampu terkait dana desa. Namun kata Camat, kades tanjung Bampu sendiri sangat sulit ditemui, bahkan untuk kegiatan rapat saja Ober Tarigan jarang menghadiri.

“Kami juga sangat sulit berkordinasi dengan Kades ini. Untuk proyek dana desa itu akan kami cari solusi terbaiknya,” aku Pebri.








Leave a Reply