NATALIE SEMBIRING. MEDAN. Bertepatan dengan Harkitnas, Gubsu mendeklarasikan Sumut sebagai Provinsi Literasi dengan dimulainya gerakan literasi di Sumut. Deklarasi itu disampaikannya pada acara Roadshow Perpustakaan Nasional di Kantor Dinas Perpustakaan dan Arsip  di Jl. Brigjend Katamso, Medan [Sabtu 20/5].

“Dengan berkat rahmat Tuhan Yang Maha Esa, dengan ini kami menyatakan Provinsi Sumatera Utara sebagai provinsi literasi,” demikian maklumat Gubsu H T Erry Nuradi.

Acara tersebut dihadiri Menristek DIKTI (Prof Mohammad Nasir PhD), Sestama Perpustakaan Nasional RI (Drs Dedi Junaedi MSi), Koordinator Kopertis Wilayah I (Prof Dian Armanto), Sekda Provsu (Hasban Ritonga), Koordinator USAID Prioritas Sumut (Agus Marwan) dan penulis novel Negeri Lima Menara dan Rahan Tiga Warna (Ahmad Fuadi), Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Provsu (Ferlin Nainggolan). Hadir juga para pustakawan, mahasiswa dan pelajar.

Dalam dekrarasi itu, Gubernur menyebutkan melalui gerakan literasi, masyarakat Sumatera Utara menjadi warga yang menggunakan informasi secara bertanggungjawab dan cerdas. Dengan kemampuan literasi ini, kehidupan masyarakat Sumatera Utara menjadi lebih maju dan mampu menciptakan peradaban baru yang lebih baik.

“Hal-hal yang berhubungan dengan implementasi gerakan literasi di provinsi Sumatera Utara akan dilaksanakan dengan sungguh-sungguh, sistematis, dinamis dan berkesinambungan,” ujar Gubsu.




Sumut merupakan provinsi ke empat yang mendeklarasikan sebagai Provinsi literasi setelah DKI Jakarta, Riau dan Nusa Tenggara Barat. Pendeklarasian ini di­­la­ku­kan sebagai salah satu bentuk du­ku­­ngan Pem­provsu terhadap Peratu­ran Men­teri Pen­didikan dan Kebudayaan (Per­men­dik­bud) Nomor 23/2015 tentang Pe­numbuhan Budi Pekerti. Dalam per­men­dikbud terse­but diatur mengenai ke­giatan membaca buku nonpelajaran. Ke­gia­tan ini diwajib­kan sekitar 15 menit se­belum kegiatan belajar mengajar di se­kolah dimulai.

Gubernur mengungkapkan harapannya agar pencanangan gerakan literasi dapat kembali menggairahkan minat membaca masyarakat Sumut.

”Salah satu indikator kemajuan suatu wilayah adaalah perpustakaannya. Alhamdulillah Perpustakaan Sumut terus berbenah, Mudah-mudahan bisa mencapai harapan masyarakat,” katanya.

Dalam kesempatan irtu, Menistek menyambut  gembira deklarasi Sumut sebagai provinsi literasi.

“Selamat kepada Sumut sebagai Provinsi literasi, mudah -mudahan kita bisa wujudkan Indonesia cerdas, Indonesia maju melalui perpustakaan dan gerakan literasi,” ujar Menristek.

Dia mengatakan melalui gerakan literasi, maka diharapkan tingkat melek huruf bisa ditingkatkan, atau tidak ada lagi penduduk usia sekolah maupun dewasa yang buta aksara.  Dikatakannya, masalah literasi adalah hal yang menjadi penting karena pintu gerbang ilmu pengetahuan adalah perpustakaan.

“Dengan ilmu pengetahuan kita menguasai dunia. Barang siapa menguasai bahasa, selamat dari tipu daya,” ujarnya.




Menristek menyebutkan pada tahun 2017 DPR RI telah mensahkan Undang-undang perbukuan yang melindungi para penulis, supaya penulis buku punya hak cipta dihargai. Hal itu merupakaan salah satu bentuk dukungan dan keseriusan pemerintah daam mengembangan budaya literasi di tanah air.

Sestama Perpustakaan Nasional RI Drs Dedi Junaedi,M.Si  mengatakan kegembiraannya atas komiten sumut ingin menjadi provinsi literasi.

“Sebelumnya ketika menjabat  seorang bupati, di wilayahnyya Pak Erry juga komit menumbuhkembangkan gemar membaca,” kata Dedi.

Seperti diketahui, ketika menjabat Bupati di Serdang Bedagai, Erry Nuradi pernah menerima penghargaan di bidang perpustakaan bersama Walikota Surabaya. Serdang Bedagai berhasil mendirikan perpustakaan di seluruh sekolah menengah dan  komit mengembangkan perpustakaan di daerah dengan merekrut pustakawan pada saat penjaringan CPNS.

Ferlin Nainggolan menjelaskan pihaknya bersyukur karena dua daerah di Sumut yaitu Labuhan Batu dan Sedang Bedagai telah ditetapkan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI sebagai daerah percontohan literasi nasional. Kedua daerah tersebut memiliki komitmen tinggi menggalakkan literasi. Bahkan Kabupaten Serdang Bedagai mendapat nilai tertinggi dalam survey indeks pembangunan literasi daerah yang dilakukan Mendikbud.






Leave a Reply