NELSON GINTING. MEDAN. Potensi perempuan di Sumatera Utara menjadi calon kepala daerah (KDH) maupun menjadi anggota legislatif cukup besar. Hanya saja potensi itu belum optimal, perlu upaya membangkitkannya.

“Saya mohon, mari kita sama-sama berpacu membangkitkan potensi itu sehingga ke depan calon KDH maupun legislatif dari kalangan perempuan semakin banyak,” ujar Wagubsu DR Nurhajizah Marpaung SH MH [Senin 15/5].

Berbicara pada Pelatihan Kepemimpinan Bagi Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah di Provinsi Sumut di Hotel Arya Duta Medan Wagubsu mengakui keterwakilan perempuan dalam politik di Sumut saat ini perlu ditingkatkan.




Hingga saat ini baru dua perempuan yang berhasil sampai ke posisi politik sebagai Wagubsu dan Wakil Bupati Karo. Di legislatif, dari 33 kabupaten dan kota masih ada kabupaten yang tidak memiliki keterwakilan perempuan dan hanya satu kabupaten yang keterwakilan perempuan mencapai 30 persen yaitu kabupaten Labuhanbatu.

Oleh sebab itu Wagubsu mengakui menyongsong musim pemilihan kepala daerah ke depan di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota se-Sumut penguatan kapasitas para calon potensial perempuan yang berasal dari berbagai unsur menjadi salah satu upaya peningkatan kualitas calon yang perlu terus didorong implementasinya.

“Upaya ini penting dilakukan terutama untuk membekali para perempuan potensial calon kepala daerah agar mereka mampu menyosialisasikan ide dan gagasannya serta berkompetisi untuk membangun kerjasama sebagai calon kepala daerah,” ujarnya.

Untuk itu, Wagubsu menilai positip kegiatan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Republik Indonesia bekerjasama dengan Dinas PPPA Sumut menggagas kegiatan Pelatihan Kepemimpinan Perempuan Potensial Calon Kepala Daerah yang diselenggarakan tanggal 15 sampai 18 Mei 2017.

Kegiatan ini dihadiri puluhan orang perempuan potensial calon kepala daerah yang terdiri dari unsur organisasi masyarakat, pengusaha, partai politik, pendidik maupun tokoh-tokoh profesional yang menunjukkan potensi dan kapasitas untuk menjadi calon kepala daerah maupun anggota legislatif.

Kegiatan yang dilangsungkan selama 3 hari ini berjalan dengan materi yang sangat padat. Meski demikian, para peserta tampak menunjukkan semangat mereka mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Pengajaran diberikan dalam beragam metode yaitu andragogi, role play, partisipatif, diskusi kelompok, presentasi, problem solving dan tanya jawab.




Materi yang diberikan termasuk strategi perolehan suara perempuan calon kepala daerah, personal branding, strategi penyelesaian konflik sosial, juga cara-cara penghitungan suara dan perolehan minimal pemenangan suara.

Wagubsu pada kesempatan ini juga memancarkan semangat dan kegigihannya membagikan ilmu dan pengalamannya berkecimpung dalam dunia politik. Beliau memberikan penguatan mengenai perempuan Sumut dan Politik Praktis yang juga mencakup langkah-langkah meniti karir dan menguatkan positioning sebagai kepala daerah.

Wagubsu juga menyampaikan bahwa dalam menjalani profesi, apapun itu, satu hal yang harus dikuasai perempuan yaitu ketrampilan pengendalian emosi, profesionalisme, disiplin dan etos kerja.

Pada forum ini terungkap perempuan lebih banyak dari lelaki, maka suara perempuan juga lebih banyak, sehingga sangat potensi untuk terpilihnya Kepala Daerah Perempuan dengan suara perempuan sendiri.

Keterwakilan perempuan sangat penting maka untuk keterlibatan tersebut diperlukan kapasitas dan kualitas yang baik sehingga perempuan harus mampu memahami peran sebagai pemimpin, memahami syarat-syarat menjadi pemimpin yang responsif gender, dan memahami strategi yang harus dilakukan untuk menjadi pemimpin.






Leave a Reply