EMMY F. PURBA. KABANJAHE. Memang sangat berbahaya medan pencarian seorang pengail yang hanyut terbawa arus deras sungai Lau Biang di Dataran Tinggi Karo. Hingga saat ini pengail yang hanyut beberapa hari lalu [Rabu 17/5] belum juga ditemukan, tapi pencariannya sendiri telah memakan korban jiwa.

Salah seorang dari tim relawan Sinabung yang ikut dalam pencarian korban hanyut itu terhanyut di arus deras Lau Biang dan telah tiada saat tubuhnya ditemukan terhanyut di sungaiĀ oleh 2 warga.

Menurut informasi yang diterima oleh Sora Sirulo mengenai duduk kejadian peristiwa ini, dikatakan bahwa, saat pencarian pengail yang hanyut itu sedang berlangsung, tiba-tiba 2 orang warga melihat adanya tubuh terhanyut terbawa arus dari alur sungai Lau Biang mengarah ke bendungan pembangkit tenaga listrik PT WEB. Lalu, kedua warga mengabarkannya ke keluarga pengail yang hilang Rabu lalu yang memang berasal dari Desa Kuta Male (Kecamatan Kutabuluh).




Setelah melihat tubuh yang ditemukan hanyut itu, warga Desa Kuta Male mengatakan tubuh yang telah menjadi jenazah itu bukanlah warga desa mereka yang hilang terbawa arus beberapa hari lalu. Akhirnya, setelah Tim Basarnas menjemput jenazah ke ujung sungai dan membawanya ke pinggir sungai, diketahui ternyata korban adalah relawan Sinabung yang berasal dari Desa Payung (Kecamatan Tiganderket).

Tubuh relawan yang ditemukan sudah dikebumikan kemarin [Sabtu 20/5: Pukul 20.00 Wib Malam]. Adapun acara adat penguburannya menyusul akan dilaksanakan besok [Senen 22/5]. Relawan Sinabung ini bernama Hapernas Surbakti, berusia 45 tahun.

Diperkirakan, Alm. Hapernas Surbakti terjatuh dari tebing setinggi sekitar 70 meter saat melakukan pencarian korban hanyut itu. Ketika dia berpegangan di sebuah dahan pohon yang rapuh dan kemudian patah, diapun terperosok ke dasar jurang yang merupakan arus deras sungai Lau Biang.








Leave a Reply