Dunia sudah berkembang dahsyat. Sains dan tehnologi sudah menguasai semua aspek dan sendi-sendi kehidupan manusia. Alon-alon asal kelakon sudah ketinggalan jaman. Sudah merupakan pepatah usang yang tidak proporsional lagi. Semua ingin cepat namun selamat.

Negara yang penduduknya cerdas menangkap hal ini dengan cerdas pula. Mereka tidak lalu berkutat mencari ayat-ayat dan dalil dalil hanya untuk menyikapi perkembangan global yang sudah seperti cahaya.

Mulai diciptakan Smart Phone, Smart Tv, atau bahkan di sebagian dunia sudah bereksperimen untuk membuat mobil atau motor yang bisa terbang. Mencari solusi untuk tidak terjebak kemacetan.




Bukan itu saja, di sebagian negara maju seperti halnya Jepang atau bahkan China, mereka telah menciptakan robot-robot untuk mengganti semua kegiatan manusia. Untuk mencari mineral sebagai bahan perkembangan Sains dan Technologi. Banyak diantara negara-megara maju yang berespansi ke luar angkasa.

Lalu, negara-negara yang masih berada di “jaman batu”, yang semua energinya hanya untuk fanatisme beragama, apa yang diperbuat? Mereka atau kita semua tidak lebih seperti Balita yang selalu tergiur dan keluar air liur ketika disodori Gulali dalam kemasan yang menarik.

Yaa… bangsa-bangsa yang mengedepankan fanatisme agama menjadi manusia pengguna, pemakai atau hanya sebagai bangsa konsumerisme dan akan selalu dihantui oleh dahsyatnya perkembangan sains dan tehnologi. Dan, ini fakta!!

Celakanya lagi, golongan-golongan yang mengedepankan fanatisme agama menjadi manusia pecundang yang orientasinya hanya ke surga dan neraka. Mereka lalu berbuat ekstrim dengan mengkofar-kafirkan. Bahkan, yang lebih fatal lagi, meneror dengan dalih dan iming-iming surga!!

Jika diantara anda masih suka mengkofar-kafirkan, itu bisa diasumsikan anda adalah manusia pecundang !!!

Lalu apa korelasinya fanatisme beragama dengan sebuah Kebangkitan? Tidak ada!!!








Leave a Reply