IMANUEL SITEPU. BIRU-BIRU. Meski berulangkali telah berjanji, namun Bupati Deliserdang (Ashari Tambunan) tak kunjung memperbaiki Jalan protokol di Kecamatan Biru-biru yang kondisinya kian parah. Padahal, Bupati ini setidaknya telah 3 kali berjanji akan memperbaiki akses jalan protokol yang selama ini menjadi tulang punggung perekonomian masyarakat setempat.

Teranyar, Ashari Tambunan melontarkan janjinya saat menghadiri pertemuan pada acara pencanangan bakti sosial IBI (Ikatan Bidan Indonesia) dan kampung KB (Keluarga Berencana) di Desa Rumah Gerat (Kecamatan Biru-biru) bertempat di Jambur Sada Arihta Desa Tanjung Sena [Selasa 4/4].

“Setelah beberapa kali berkunjung ke Kecamatan Biru-biru, namun infrastruktur jalan terlihat belum layak. Maka dari itu, pada tahun ini perbaikan jalan di Kecamatan Biru-biru akan dipenuhi,” ujar Ashari Tambunan dan langsung disambut tepuk tangan oleh undangan yang hadir kala itu.

Setahun lalu, atau tepatnya, Rabu 24 Februari 2016, saat berkunjung ke Desa Periaria, Ashari Tambunan juga pernah berjanji akan segera memperbaiki jalan protokol dari Desa Sidodadi hingga Desa Mardingding Julu, atau sepanjang 25 Kilomter. Saat itu, Ashari Tambunan mengatakan, realisasi perbaikan jalan tersebut akan dilaksanakan paling lambat pada pertengahan bulan Juni 2016. Mirisnya, hingga saat ini, jalan yang kondisinya kupak-kapik tersebut, belum ada tanda-tanda mau diperbaiki.




“Semua warga yang hadir di Desa Periaria, ketika itu, mendengar pidato dan janji Bupati Deliserdang Ashari Tambunan. Tapi sampai saat ini belum juga diperbaiki,” kesal R Tarigan (34) salah satu warga [Senin 22/5: Siang].

Tarigan pun menduga kalau ucapan Ashari Tambunan selama ini hanya manis di bibir, agar anggota masyarakat yang bermukim di kecamatan Biru-biru senang.

Tapi jika memang tidak bisa membuktikanya, sebaiknya Bupati jangan bicara sesumbar. Soalnya sebagian warga mengira, kalau mereka telah dibohongi.

“Bila janji tidak ditepati, sama artinya bupati telah membohongi rakyatnya. Mungkin bupati mengira masyarakat semua bodoh,” tuturnya mengakhiri.

Harapan masyarakat di Kecamatan Biru-biru untuk menikmati jalan mulus selama ini. Seperti kata pepatah, jauh panggang dari api. Hal tersebut sesuai dengan perkataan salah satu kontraktor yang kerap ikut berkecimpung di proyek dinas PU Deliserdang. Menurut pria paruh baya yang enggan namanya di korankan ini kepada wartawan [Senin 22/5: Siang], kalau saat ini perbaikan jalan protokol di kecamatan Biru-biru belum ada masuk dalam tender.

“Setahu saya, hingga saat ini perbaikan jalan protokol di Kecamatan Biru Biru belum ada di tenderkan. Hampir seminggu sekali saya ke Kabupaten memantau proyek,” sebutnya.

Saat diwawancarai lebih lanjut, pria berpostur tubuh agak tegap ini pun meyakini, dalam 2 bulan terakhir, realisasi perbaikan jalan Protokol Biru-biru, mulai dari Desa Sidodasi hingga ke Desa Mardinding Julu diperkirakan sepanjang 25 kilometer, yang menurutnya sudah mengalami kerusakan cukup parah, tidak akan terpenuhi.

“Entah kalau dikerjakan melalui PL (penunjukan langsung). Tapi tidak mungkin, karena memakan anggaran puluhan miliyar,” tuturnya mengakhiri.








1 COMMENT

  1. “Bila janji tidak ditepati, sama artinya bupati telah membohongi rakyatnya. Mungkin bupati mengira masyarakat semua bodoh,” tuturnya mengakhiri.
    Pejabat pendbatang banyak bikin kerusakan lingkungan daerah ulayat Karo Deliserdang. Betul harus diprotes karena hanya orang Karo sendiri yang mungkin menghargai dan memperjuangkan kebaikan daerah ulayatnya.
    MUG

Leave a Reply