NATALIE SEMBIRING. MEDAN. Kemarin dulu [Selasa 23/5], tepat 2 bulan setelah pembongkaran Pasar Kampung Lalang (Mean) yang dilakukan Satpol PP 23 Maret 2017 lalu. Namun, hingga kini, belum ada kepastian kapan pembangunan pasar ini akan dimulai. Hingga hari ini [Kamis 25/5] belum ada tanda-tanda pasar akan dibangun.




Selain masalah pembangunan, pedagang di Pasar Kampung Lalang mulai mengeluhkan ketidaktegasan Perusahaan Daerah (PD) Pasar tentang relokasi pedagang. Sepertinya, mereka tidak serius merelokasi pedagang ke tempat penampungan sementara yang disediakan pemerintah di Km 8,5 Jl. Medan–Binjai.

Hal ini terlihat dari masih banyaknya pedagang yang berjualan di sebelah pagar pembatas yang didirikan Satpol PP. Mereka mendirikan lapak untuk berjualan di sana.

“Dengan masih banyaknya pedagang yang berjualan di sini, tidak mungkin pembeli akan datang ke penampungan,” kata seorang pedagang yang bermerga Sembiring.

Masih menurut Sembiring, sebenarnya dulu ada beberapa pedagang yang  mencoba berjualan di sana, tapi tidak bertahan lama. Selain tidak ada pembeli, tidak ada yang jaga malam. Mereka harus bolak-balik membawa barang dagangan pakai betca bermotor. Banyaknya pengeluaran mengakibatkan mereka tidak berdagang lagi di sana.

“Sampai hari ini belum juga dibangun. Padahal, dulu kita meminta pembongkaran dilakukan setelah lebaran. Biasanyakan pendapatan pedagang meningkat di Bulan Ramadhan. Lumayan kan untuk biaya masuk anak sekolah. Ini, jangankan untuk uang sekolah, untuk makan saja pun susah,” kata seorang pedagang lain.

Lanjut pedagang tersebut menerangkan: “Kita mengharapkan pemerintah secepatnya membangun kembali pasar ini. Selain itu pemerintah lebih tegas tentang tempat relokasi, masih banyak dari kami yang belum punya tempat berjualan. Ada juga sih yang mendirikan tempat berjualan sementara di sekitar sini tetapi harga sewanya tinggi.”

Sebelumnya [Kamis  23/3] Pemko Medan mengerahkan ribuan Satpol PP di bawah pengawasan Polrestabes Medan untuk menertibkan pembongkaran Pasar Kampung Lalang di Jalan Kelambir Lima Medan–Sunggal. Pembongkaran ini diwarnai perlawanan pedagang. Bahkan sebelumnya pembongkaran, perwakilan pedagang sempat mengadukan nasib mereka kepada anggota DPRD tetapi tidak membuahkan hasil.



 

 

 





Leave a Reply