Dhuuhhh.. lagi-lagi ada bom. Lagi-lagi harus ada korban nyawa. Lagi-lagi harus ada tangisan pilu dari para keluarga korban yang kali ini 3 orang polisi yang sedang mengemban tugas negara. 3 orang para Syuhada yang sejati telah gugur oleh kebiadaban dan kebrutalan teroris!!

Seperti biasa, tidak berapa lama lagi bisa dipastikan Densus akan bergerak cepat. Setelah para teroris diidentifikasi akan ada berita Densus dan menangkap siapapun yang berkomplot dengan para teroris.

Apakah ada benang merah antara ISIS Filipina yang lagi diburu dan dihancurkan oleh tentara Filipina? Tentu kesimpulan ini terlalu dini. Tentu pihak intelejen, BNPT serta Densus 88 lebih tahu secara detail.

Yang jadi soal adalah, ketika komplotan teroris tertangkap lalu diproses hukum, ujug-ujug ada sekelompok orang yang menjadi team pengacara yang, celakanya, seperti yang sudah-sudah sebagaimana kasus Bom Bali, mereka-mereka yang menjadi tim pembela tsb menggunakan nama TEAM PEMBELA MUSLIM.

Ini yang sering menjadi kontroversi di masyarakat. Satu sisi sepertinya para teroris ada legitimasi hukum dengan Islam dan itu konon karena demi HAM.

Ini yang menjadi soal. Menjadi cibiran namun terbukti secara faktual, para teroris dibela lagi-lagi dengan memakai atribut Muslim. Beberapa anggota masyarakat yang sering saya ajak bincang-bincang masalah ini, mereka sangat menyayangkan dengan atribut Muslim hanya untuk membela teroris yang jelas-jelas sangat tidak berperikemanusiaan, bahkan Berperikehewanan sekali pun.

Lalu apa yang pas untuk sebutan para pembela terorisme?

“Ya, Team Pembela Teroris lah ..”

Lalu siapa penebar maut bom panci di Kampung Melayu?

Jelas bukan Muslim. Mereka TERORIS. HARUS DIBASMI…








Leave a Reply