Entah apa yang terjadi pada bangsa ini, entah nalar apa yang dipakai oleh sebagian dari Bangsa ini, hanya untuk mencari popularitas atau memang didasari rasa kebencian atau memang sudah tidak berperikemanusiaan? Mereka – mereka mencari sensasi keji dengan berbagai cara termasuk membuat buku dengan judul tendensius. Teramat tendensius.

Buku yang jauh dari kata berkwalitas, yang cenderung berasal dari Opini dan Analisa, yang relevansinya tidak sesuai fakta yang faktual. Lebih dari itu, buku itu referensinya hanya dari media online yang tidak bisa dipertanggungjawabkan, diberi kata pengantar oleh seorang dedengkot politikus sekaligus dedengkot tukang kompor di indonesia, Pak Amin.

Celakanya lagi, peluncuran buku perdananya dari rumah wakil rakyat. Dari Gedung terhormat, dari orang – orang yang seharusnya memberi keteladanan dalam bersikap dan berucap.

Beretikakah? Tentu sangat tidak beretika, cenderung amoral! Sebenarnya, saya juga sudah ancang – ancang mau nulis buku dengan judul yang tersebut di bawah ini:

  1. Usut tuntas dugaan pelecehan simbol negara oleh Fachri
  2. Usut tuntas dugaan pembohongan publik Amin Rais yang ternyata tidak mau jalan kaki dari Jogja ke Jakarta.
  3. Usut tuntas dugaan keterlibatan Sdr Prabowo pada Mei 98.

Namun, karena saya pandang beberapa judul di atas jauh dari kata elok dan cenderung mendeskreditkan secara pribadi, buku dengan judul – judul di atas saya urungkan.

Politik memang seringkali keji, keji dan biadab jika di tangan dan di dalam isi kepala manusia – manusia culas.

Itu terbukti, tatkala umat Muslim menyongsong bulan suci Ramadhan, mereka – mereka yang NGLOTHOK tentang dalil dan ayat, eehh …. malah meluncurkan buku yang sangat tidak mutu. Jangan – jangan maksudnya agar umat muslim yang lagi berpuasa, yang lagi mengendalikan hawa nafsu disuruh membaca buku yang penuh fitnah tersebut. Sadar tow Pak Amin, Pak Amin ………








1 COMMENT

  1. Artikel ini merupakan analisa aktual berkualitas pencerahan yang sangat hakiki meninjau akar persoalan yang luas dan mendalam. Bravo Pak Eko Kuntadhi!
    MUG

Leave a Reply