DENHAS MAHA. MEDAN. Belasan remaja pelaku asrama subuh tidak berkutik saat dihentikan oleh tim gabungan yang terdiri dari unsur Pemko Medan, Polresta Medan, Kodim 0201/ BS serta Marinir ketika melakukan penertiban di Jl. Ring Road, Kelurahan Sunggal (Medan Sunggal) [Sabtu 27/5].

Persis lokasinya adalah depan ex SPBU Petronas. Mereka dihentikan karena tidak menggunakan helm maupun membawa kelengkapan surat-surat kenderaan bermotor.

Dalam penertiban  di hari pertama Ramadhan 1438 H, tim gabungan masih  melakukan tindakan simpatik dan persuasif. Remaja yang  mengendarai sepeda motor tanpa menggunakan helm, diberi teguran dan peringatan agar tidak mengulanginya kembali.  Apabila  mereka kembali ditemukan tanpa mengenakan helm pada penertiban berikutnya, tindakan tegas pun langsung diambil.




Sedangkan bagi remaja yang mengendarai sepeda motor tanpa helm dan tanpa membawa kelengkapan surat-surat kenderaan bermotor seperti SIM dan STNK, tim gabungan, khususnya petugas Satlanmtas Polrestabes Medan pun tidak dapat mentolerirnya. Tercacat ada 3  dari belasan pengendara yang dihentikan tim gabungan itu ditilang  karena tidak dapat menunjukkan kelengkapan  surat-surat sepeda motor yang mereka kendarai.

Penertiban ini dilakukan sekitar pukul 06.00 WIB, usai Shalat Subuh. Sebelum melakukan penertiban, tim gabungan lebih dahulu menggelar apel yang dipimpin Kasatlantas Polrestabes Medan, AKBP Indra Warman. Apel ini turut dihadiri Asisten Pemerintahan, Musadad Nasution, Kasatpol PP, M Sofyan, Kabag Humas, Ridho Nasution, Kabag Tapem, Zein Noval  serta unsur Kecamatan Medan Sunggal.

Kasatlantas dalam arahan singkatnya mengingatkan kepada seluruh personel tim gabungan bahwa penertiban yang dilakukan mengutamakan cara simpatik.

“Jika ditemukan ada remaja yang berkumpul dan berkelompok mengendarai sepeda motor, kita minta mereka untuk segera bubar. Sebaliknya jika ada yang melakukan balapan liar dan bisa membahayakan keselamatan orang lain, langsung ditindak. Yang pasti penertiban ini dilakukan dengan cara simpatik, sehingga mereka tidak mengulanginya lagi,” kata Kasatlantas.

Usai apel, tim gabungan pun langsung melakukan penertiban terhadap para remaja pelaku asmara subuh. Kehadiran tim gabungan ini tampaknya berhasil membuat keder para remaja yang biasanya selalu menjadi kawasan itu sebagai tempat nongkrong bersama sepeda motornya usai Shalat Subuh, sehingga mengganggu kelancaran arus lalu lintas di kawasan tersebut.

Namun, pagi itu, kerumunan remaja tidak terlihat, sehingga arus lalu-lintas cukup lancar. Meski demikian ada belasan remaja nekat melintas meski tidak mengenakan helm maupun membawa kelengkapan surat sepeda motor yang dikendarainya. Tim gabungan pun langsung menghentikan dan langsung memeriksa kelengkapan surat sepeda motor yang dikendarai.

Informasi  yang diperoleh dari tim gabungan, penertiban lanjutan yang akan dilakukan di hari ke dua Ramadhan [Minggu 28/5], tindakan tegas akan dilakukan. Selain penilangan, bagi pengendara yang tidak dapat  menunjukkan SIM ataupun STNK sepeda motor yang dikendarainya, maka sepeda motornya langsung dibawa.








Leave a Reply