Rizieq Shihab adalah FPI dan FPI adalah Rizieq Shihab. Rizieq begitu menyatu dengan FPI. Rizieq tak bisa dipisahkan dari FPI. Kesuksesan kepemimpinan Rizieq bisa diukur dari loyalitas tinggi oleh para pengikutnya. Rizieq jelas berhasil mematri namanya dalam setiap sanubari pengikutnya. Itulah kehebatan seorang Rizieq. Ia berhasil membuat pengikutnya taat mutlak kepadanya.

Saat Rizieq menghadapi masalah, para pengikutnya pun membabi buta membelanya. Bagi para pengikut Rizieq, masalah Rizieq adalah masalah mereka. Ketika Rizieq dijatuhkan, seluruh anggota FPI jatuh. Jika Rizieq dipenjara, semua anggota FPI merasa dipenjara. Jika Rizieq dihina, dicemooh, diolok-olok maka seluruh anggota FPI dihina.




Itulah gambaran doktrin yang berlaku di kalangan pengikut Rizieq. Bukti-bukti sahid yang menjelaskan hal itu terlalu banyak.

Ketika dr. Fiera Lovita di Solok (Sumatera Barat), menulis status di facebook terkait tidak beraninya Rizieq pulang ke Tanah Air, para pengikut Rizieq pun bergerak. Mereka melakukan persekusi kepada dr. Lovita. Hebatnya, para pengikut FPI yang sudah menguasai Sumatera Barat, membuat aparat seolah bertindak sebagai antek FPI. Aparat dengan alasan menengahi masalah, justru ikut menekan dr. Lovita membuat pernyataan penyesalan.

Ketika FPI bersama aparat berhasil menguak keberadaan dr Lovita, anggota FPI pun menceramahi dr. Novita habis-habisan. Mereka mendoktrin dr. Lovita bahwa Rizieq itu sedang dikriminalisasi. Rizieq sama sekali tidak berbuat cabul. Rizieq itu orang benar, orang suci, orang yang bersih dari segala noda.

Hal yang sama ketika seorang remaja berinisial PMA di Cipinang (Jakarta Timur) ditenggarai menghina Rizieq di facebook, dengan segera anggota FPI melakukan persekusi. Mereka membawa dan menggiring remaja itu ke tempat lain dan menceramahinya. Para anggota FPI mendoktrin remaja itu bahwa Rizieq itu ulama. Ia bukan saja imam besar FPI tetapi imam besar untuk seluruh rakyat Indonesia. PMA pun dipaksa menyesali perbuatannya dan membuat surat pernyataan tobat. Untung aparat sangat tanggap dan dengan cepat menangkap para pelaku persekusi itu.

Dari gambaran kedua contoh persekusi yang dilakukan oleh pengikut Rizieq tersebut, maka bisa disimpulkan begitu istimewanya sosok Rizieq di hati para pengikutnya. Jelas hal itu bisa dimaklumi. Pengikut Rizieq eksis sekarang ini, ditakuti banyak orang dan tenar di kancah perpolitikan Indonesia, karena jasa Rizieq. Maka apapun ucapan Rizieq, akan dipercayai 100% oleh para pengikutnya.

Jika Rizieq mengatakan ia sedang dizalimi, maka pengikutnyapun dengan segera mengamininya. Bahkan jika Rizieq mengatakan perbuatan chatting cabulnya adalah hoax, tidak berdasar, itu bukan Rizieq, maka para pengikutnya pun mengiyakannya dengan lantang.

Jelas para pengikut Rizieq sangat menyatu dengan Rizieq. Rizieq sendiri pun merasakan hal yang sama. Rizieg tak bisa dipisahkan dari pengikutnya. Rizieq merasa jika ia dipenjara, para pengikutnya akan tercerai-berai. Jika Rizieq jatuh, seluruh pengikutnya jatuh. Sebaliknya, jika Rizieq sukses dan menjelma seperti Ayatollah Khomeini di Iran, seluruh pengikutnya akan sukses. Oleh karena itu, sedapat mungkin Rizieq berusaha lolos dari cengkraman proses hukum.

Agar Rizieq bebas, para pengikutnya secara membabi buta membela mati-matian Rizieq. Bagi para pengikut Rizieg, Rizieq adalah roh keberadaan mereka. Jika Rizieq habis, maka para pengikutnya juga habis. Jika Rizieq tamat, maka para pengikutnya juga tamat. Tanpa Rizieq, spirit mereka hilang 90%. Para pengikut Rizieq akan dipastikan tunggang langgang, merana  dan tak punya pegangan. Oleh karena itu, agar Rizieq bebas dari belitan hukum, para pengikutnya akan melakukan apapun, termasuk pembelaan yang membabi buta.

Para pengacara, pengikut, simpatisan Rizieq, terus menebar pembelaan membabi buta. Rizieq sedang dikriminalisasi oleh pemerintahan Jokowi. Oleh karena itu Rizieq tidak mau pulang dan menunggu Jokowi lengser. Jika Rizieq pulang pun, maka Rizieq ingin disambut seperti Ayotollah Khomeini dengan jutaan orang yang menyambutnya di bandara. Dipastikan bandara akan lumpuh jika Rizieq dipaksa pulang. Itu ancaman nyata dari para pembela Rizieq.

Para pengacara Rizieq pun terus menebar hal yang menggelikan. Rizieq akan mengadu ke PBB. Walaupun negara-negara di PBB tidak melirik sedetikpun Rizieq. Namun kehebohan Rizieq mengadu ke lembaga HAM PBB sudah cukup memerahkan telinga pemerintah. Kini para pengacara Rizieq meminta Komnas HAM menginvestigasi pelanggaran HAM pemerintahan Jokowi. Hasil investigasi itu nantinya akan dibawa di sidang negara-negara OKI. Ini jelas ancaman yang membabi buta.

Hal yang paling menghebohkan adalah surat para pengacara Rizieq yang meminta Presiden Jokowi memerintahkan Kapolri Tito untuk menghentikan kasus Rizieq. Mereka juga meminta Wapres Jusuf Kalla agar menasehati Presiden Jokowi agar berhenti mengkriminalisasi  Rizieq. Menurut mereka, penzaliman kepada Rizieq akan menimbulkan gejolak besar, demo besar seperti demo 212.




Lalu, apa urusan Presiden Jokowi atas kasus Rizieq? Yang enak-enak chatting adalah Rizieq. Kok yang disalahkan Presiden Jokowi? Ini jelas membabi buta. Rizieq dan pengikutnya sengaja menarik kasus itu menjadi kasus nasional bahkan internasional dengan melibatkan presiden dan orang-orang di bawahnya termasuk Kapolri. Dengan gaung sebesar itu, maka diharapkan nyali Polri mengusut Rizieq surut.

Tidak berlebihan jika ancaman-ancaman kepada Jokowi akan dilengserkanpun terus digemuruhkan oleh para pengikut FPI. Bukan hanya kepada Jokowi, Tito juga tak luput dari ancaman. M Ali Amin Said (35), tanpa takut mengancam Kapolri Tito akan menggiling kepala Tito sebagai adonan pempek jika Rizieq sampai dipenjara. Luar biasa membabi buta.

Lalu apakah pembelaan dan acaman membabi buta Rizieq berhasil? Seperti yang terlihat, seluruh pembelaan dan ancaman itu tak berbisa alias hanya berisik. Usaha Rizieq menarik perhatian Raja Salman, tak berhasil. Pun upaya Rizieq dan pengikutnya menggalang kekuatan ulama untuk membela Rizieq kandas ketika PBNU dan MUI mengatakan tak perlu ada aksi bela Rizieq. Malahan mereka meminta Rizieq pulang dan secara jantan menghadapi kasusnya.

Maka sebetulnya mudah bagi pemerintah membungkam selamanya FPI. Kuncinya ada pada sosok Rizieq. Jika Rizieq yang selama ini berani melanggar hukum (ditenggarai ada 8 kasus hukum) maka pemerintah lewat institusi Polri secara berani, tegas dan cepat mengusut kasusnya, menangkapnya di Arab sana dan membawanya di pengadilan Indonesia. Jika Rizieq terbukti bersalah, masuk penjara dan bertetangga dengan Ahok di Mako Brimob, maka para pengikutnya akan bungkam dan tiarap tak berkutik.






1 COMMENT

  1. Gerakan radikal seperti FPI tidak bisa terpisah dari gerakan ‘divide and conquer’ internaisonal seperti mbangun dan menggerakkan SIS, atau juga gerakan teror 3 juta 1965. Gerakan-gerakan ini adalah gerakan pengalihan isu untuk tujuan utamanya yaitu duit, duit, duit . . . SDA dirampok selama 50 tahun, miliaran/triliunan dolar dikeruk tanpa suara. ISIS juga telah mengeruk miliaran-miliaran dolar mengalir ke dompet pendiri/pemerakarsa ISIS, yang kelihatanya sekarang sudah akan mengakhiri tugasnya di Syria, dan Libya akan jadi pilihan selanjutnya, satu negara yang juga kaya dolarnya.

    Kestiaan pengikut FPI banyak tergantung dari watak pemimpinnya, sebagaimana semua organisasi pada umumnya, disamping situasi sosial pengikut/anggota tentu juga banyak mempengaruhi. Terlihat juga misalnya biaya tidak perlu berlebihan, cukup dengan nasi bungkus siap demo sehari penuh. Disini tentu kombinasi pengetahuan rendah, kemiskinan dan ambisi/semangat pemimpinnya yang dari segi pengetahuan pasti sedikit diatas para anggotanya. Bandingkan dengan tingkat pengetahuan orang Indonesia dengan tingkat pengetahuan neolib yang menggerakkan teror 3 juta di Indonesia 1965.

    MUG

Leave a Reply