Setelah membuat kekacauan di Marawi, Mindanao (Filipina), ISIS kini dikabarkan memasuki Manila. Sebuah tempat hiburan dekat Bandara diserang sekelompok bersenjata dengan senapan serbu, menggenakan seragam hitam dan bertopeng.

“Resorts World Manila saat ini sedang dalam penguncian menyusul laporan penembakan orang-orang tak dikenal,” kata perusahaan itu di Twitter seperti dilansir AFP.

“Kami meminta doa Anda selama masa-masa sulit ini,” tambahnya.

Seorang pria bertopeng dan bersenjata berada di lantai satu hotel. Dia menembaki para tamu.




Tampaknya prediksi berbagai pihak mulai mendekati kenyataan. ISIS yang babak belur di Suriah dan Irak kini mencari sarang baru. Asia Tenggara menjadi sasarannya. Kelompok Abu Syayaf di Filipina adalah penunjang keberadaan manusia-manusia barbar itu. Polanya sama seperti di Suriah, gerombolan buas itu didatangkan dari berbagai wilayah. Termasuk juga dari Indonesia.

Filipina jaraknya tidak jauh dari Indonesia. Mindanao dan Sulawesi Utara hanya 5 jam penyeberangan via laut. Dan cuma butuh 20 menit via udara.

Melihat gelagat ini, sepertinya kita tidak bisa main-main lagi. Apalagi disinyalir sel-sel tidur ISIS sebenarnya sudah berkecambah luas di Indonesia. Ini bisa dilihat dari keterlibatan warga Indonesia di Irak, Suriah dan Marawi untuk membantu ISIS. Di Indonesia, kabarnya, mereka tinggal menunggu pasokan senjata untuk membuat kerusakan di Bumi Pertiwi ini. Atau tinggal menunggu pemantik.

Jadi jelas. Ini bukan cuma ancaman pada Pemerintahan Jokowi, tapi juga ancaman bagi kehidupan kita. Ancaman bagi masa depan anak-anak kita. Sudah bukan waktunya lagi kita bermain-main politik untuk menjaga keselamatan bangsa ini.

Para politisi kampret di Gedung DPR, yang sampai saat ini terus mengulur-ulur waktu menyelesaikan revisi UU Antiterorisme, mestinya sadar. Mereka tidak bisa lagi berfikir untuk kelompoknya saja. Bukan lagi soal tarik-menarik kekuasaan. Tapi ini soal masa depan bangsa.

Berhentilah menjadi kampret. Cepatlah berubah menjadi Batman. Lalu, selesaikan tugas legislasi Anda. Agar polisi dan TNI memiliki payung hukum memadai untuk melindungi wilayah Indonesia dari serbuan kaum barbar itu.

Lihat saja sekarang. Kekacauan terus menerus dijentikkan. Wibawa hukum direndahkan oleh orang-orang bergaya militer dengan mengintimidasi masyarakat. Seolah mereka hidup di atas hukum. Mungkin saja mereka tidak sadar, bahwa kelakuannya tersebut akan menjadi karpet merah bagi kelompok-kelompok barbar untuk membuat kekacauan yang lebih mengerikan.

Apalagi menanggapi perkembangan kasus Rizieq yang masih buron ke luar negeri. Kabarnya, akan ada demonstrasi besar-besaran untuk menyambut kepulangan tersangka kasus Pornografi tersebut. Katanya mereka mau menutup Bandara segala. Benar-benar konyol.




Jika terjadi, ini adalah pertaruhan wibawa hukum. Kita tidak berharap hukum di negeri ini menyerah di bawah tekanan gerombolan demonstran.

Sebab, kondisi itu sama saja satu langkah menuju gelombang kekacauan yang lebih besar lagi. Situasi ini akan mudah dimanfaatkan kekuatan lain untuk menerkam bangsa ini.

Kita yakin, sebagian besar umat Islam di Indonesia, bahkan mereka yang sekarang sok teriak jihad, juga tidak mau negerinya menjadi sarang kaum barbar. Mereka tidak akan rela menggadaikan masa depan anak-anaknya hanya untuk ilusi tafsir keagamaan yang absurd.

Akan aneh bin ajaib, jika ada umat Islam rela berjihad untuk membela seorang yang terjerat kasus seks. Bukankah nanti sejarah akan mencatat, nun di sebuah negeri, ada umat Islam yang gigih berjuang untuk sebuah pisang milik junjungannya. Padahal perkara pisang, biar saja menjadi urusan yang punya kebun.

Jadi, berhentilah mempermalukan agamamu. Berhentilah merusak bangsamu. Indonesia membutuhkan rakyatnya untuk saling bergandengan dan menempatkan penyelesaian hukum untuk setiap masalah. Agar kita tetap menjaga peradaban berbangsa.

Sekali lagi, sadarlah. Jangan sampai anakmu bertanya kepada ibunya: “Bapak mau berjihad untuk membela siapa, mak?”

“Oh, bapakmu sedang berjuang untuk membela apem dan pisang di kandang kambing.”

Lantas keesokan harinya, ISIS telah membakar rumahmu. Seperti di Marawi…






Leave a Reply