“Pak Amien terima duit Rp. 600 juta?” Tentu ini pertanyaan isi kepala seluruh rakyat negeri ini. Saya yakin, semua gak percaya dan tidak menduga jika seorang Pak Amien, yang suka bicara paling bener di negeri ini, yang suka ceplas ceplos dan suka ngososs, ngowoss dan ndoboss tidak suka tabayun, tidak cross check ketika menerima duit; apakah duit itu dari demit, dari hantu atau dari thuyul gondrong?

Tapi saya juga maklum. Maklum semaklum-maklumnya jika yang namanya duit, siapapun bisa lupa darat laut dan udara. Alias gelap mata.

Yang jadi soal adalah, apakah Pak Amien tidak merasa jika menerima duit yang mengalir deras di rekeningnya selama 6 bulan? Atau pura-pura tidak merasa? Atau sengaja alias ethok-ethok gak ngerti? Lha dalaaahhhh… Wedhus kesemuatan gak bisa polah.




Juga yang paling kocak adalah, Pak Amien dalam siaran persnya bilang gini:

“Itu adalah uang operasional saya, karena Bpk Sutrisno orang baik dan dermawan.”

Adhuuhh, Pak Amien, Pak Amien. Jika Bpk Sutrisno Bagir orang baik, tentu alangkah eloknya dan bahkan lebih bermanfaat untuk membantu para fakir miskin, untuk membantu para ibu-ibu yang saat itu banyak yang makan nasi aking. Atau bisa jadi duit itu untuk membantu dan membuat jembatan gantung sebagai sarana anak-anak agar anak-anak di pelosok daerah bisa sekolah.

Tapi saya maklum, kok, jangankan koruptor, lha wong maling jemuran saja tidak akan ngaku jika ditanya baik-baik. Gak percaya? Gebuk itu maling, dijamin pasti ngaku.

Jika selama ini anda selalu mengeritik Pemerintahan Jokowi dengan kalimat pedas yang cenderung provokatif, ternyata, eee …. ternyata, dengan hanya Rp. 600 juta telah membuka topeng siapa diri anda itu.

Adhuuhhh… Pak Amien, Amien ….








Leave a Reply