JULIUS BIRING LAWI. BERASTAGI. Harga cabe di pasar tradisional yang semakin hari semakin menurun membuat para petani enggan memanen cabenya yang udah tiba masa panennya. Mereka membiarkan buah-buah cabe busuk di batang.

Harga penjualan tidak seimbang dengan biaya perawatan yang sudah dikeluarkan.

Cabe merah saat ini harganya berada di kisaran Rp. 4.000/ kg. Adapun harga cabe hijau dan cabe rawit verada di kisaran Rp. 2.500/ kg. Itupun banyak yang tidak laku di pasaran.

Menurut Boma Simarmata (27) warga Desa Jaranguda (Kacamatan Merdeka), harga cabe saat ini sangat mengerikan.

“Jangankan modal, upah tenaga kerjapun tidak tertutupi dengan harga penjualan seperti sekarang ini,” ujarnya.

Tidak jauh berbeda dengan penuturan Daniel Surbakti (27) warga Desa Gongsol (Kecamatan Merdeka). Menurutnya, biaya yang telah dikeluarkan untuk perawatannya sangat tidak sebanding dengan harga jual saat ini di pasaran. Lebih baik tidak dikutip cabenya walaupun sudah saatnya panen. Bila dikutip, kerugian malah bertambah dua kali lipat dan terkadang harus dibawa pulang kembali karena tidak ada pembeli.

“Harapan kami para petaini, tolonglah pemerintah terkait mencari solusinya agar harga cabe tidak anjlok seperti ini. Biasanya menjelang lebaran tidak pernah seperti ini. Enda sehkel murahna beras ku rumah pe la bias, senna (ini sangatlah murah sehingga membeli beras pun tak cukup uang hasil penjualan cabe itu),” ungkap Daniel.








Leave a Reply