IMANUEL SITEPU. KWALA BEKALA. Warga Jl. Jaya Tani Gg Anggrek II, kelurahan Kwala Bekala (Medan Johor) mendadak geger. Seorang penghuni rumah kontrakan, Erni Beru Tinambunen (33) ditemukan tewas dengan kondisi urat nadi terpotong [Kamis 8/6: sekira 04.30 wib].

Informasi diperoleh Sora sirulo menyebutkan, ibu anak 3 ini pertama kali diketahui telah tewas oleh seorang tetangga, Parsaoran Limbong (33). Ketika itu, Limbong mendengar suara jeritan dari dalam rumah korban. Curiga, dia lantas mendatangi korban. Sesampainya di depan rumah korban, ia mendapati pintu terkunci dari dalam.

Lantaran tidak dapat membuka pintu, Limbong membangunkan warga lainnya lalu bersama-sama menggedor pintu. Karena tidak ada yang membukakqn pintu, warga kemudian mengambil inisiatif masuk ke dalam dengan cara merusak jendela. Begitu berhasil masuk, warga lantas melihat Beru Tinambunan sudah tewas terlentang di lantai sementara kedua pergelangan tangannya mengeluarkan darah seperti terkena sayatan benda tajam.

“Aku curiga karena mendengar korban menjerit histeris kesakitan. Namun ketika aku mau membuka pintu, ternyata terkunci dari dalam. Aku selanjutnya memanggil tetangga lainnya,” ujar Limbong yang bekerja sebagai parbetor ini didampingi Nova Aisyah Caniago (34), Asna Boru Sianturi (46) dan  Rinta Beru Tumanggor (36) tetangga lainnya.




Penemuan mayat tersebut langsung menggegerkan warga sekitar. Beberapa warga selanjutnya menghubungi Kepling setempat dan selanjutnya menghubungi Polisi. Tak lama berselang, petugas kepolisian dari Polsek Delitua tiba di lokasi dan langsung melakukan olah TKP.

Menurut penjelasan Ambar Tarigan, suami korban, istrinya Erni Beru Tinambunen sudah lama mengalami penyakit paru-paru.

Saat kejadian, ia meninggalkan istrinya sendirian di rumah, karena sedang berada di Kabupaten Karo untuk mengambil obat untuk istrinya itu.

“Saat kejadian, saya sedang di Gunung untuk mengambil obat istri saya. Dia sudah lama mengidap penyakit paru. Saya juga sangat terkejut begitu mengetahui istri saya mengakhiri hidupnya dengan cara memotong urat nadinya,” ujar Tarigan sedih juga diamini adiknya, Haidi Diana Beru Tarigan serta Ulina Karo (47) selaku pemilik rumah kontrakan tempat korban tinggal.

Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna SH Sik ketika dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut.

“Berdasarkan penyelidikan awal yang dilakukan, serta memintai keterangan sejumlah saksi, korban murni tewas bunuh diri dengan cara memotong urat nadi diduga depresi karena mengidap penyakit paru yang tak kunjung sembuh,” ujar Kapolsek.

Lanjut dikatakan, dari hasil olah TKP di lapangan, tidak ada kerusakan ataupun barang yang hilang dari rumah korban.

“Kita telah mengamankan barang bukti sebilah pisau dan obat yang dikonsumsi korban di TKP,” tuturnya mengakhiri.








Leave a Reply