NATALIE SEMBIRING. MEDAN. Walikota Medan (Drs. H T Dzulmi Eldin S MSi) kembali menegaskan komitmennya bersama Pemko Medan untuk terus meningkatkan kualitas layanan sanitasi dan pemberian akses air minum yang lebih baik kepada warga Kota Medan.

“Secara berkelanjutan kita terus tingkatkan layanan sanitasi dan akses air minum kepada warga. Kita ketahui bersama, ketersediaan layanan sanitasi dan akses air minum yang layak bagi warga adalah kebutuhan dasar warga,” ujar Walikota Medan.

Hal tersebut terungkap dalam sambutan Walikota Medan ketika menerima kunjungan USAID IUWASH PLUS dalam rangka menjalin kerjasama untuk pengembangkan program sanitasi dan akses air minum kepada masyarakat [Kamis 8/6] di Kantor Walikota Medan.

Dalam kunjungannya, Regional Manajer USAID IUWASH PLUS Sumut (M. Yagi) menjelaskan, program kerja sama dengan pemerintah daerah ini sebagai dukungan atas upaya Pemerintah Indonesia untuk meningkatkan akses air minum, sanitasi dan hygiene sebagai bagian dari RPJMN 2015-2019.

Peresmian dan penandatangan MOU ini menurut rencanyanya akan dihadiri oleh Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia (Joseph Donovan). Kota Medan terpilih menjadi salah satu daerah di Sumatera Utara bersama Kabupaten Deliserdang, Kota Tebing Tinggi, Kota Pematang Siantar dan Kota Sibolga untuk mendapatkan program IUWASH PLUS ini.




“Nantinya, di Kota Medan akan ada program peningkatan layanan air minum-sanitasi dan Hygiene (WASH) dan penguatan manajemen air minum dan sanitasi yang diterapkan pengembangannya tersebar pada 9 kecamatan di Kota Medan,” imbuh Yagi.

Dijelaskan Yagi, program ini akan menargetkan 10.000 KK akan mendapatkan akses air minum, 4.000 KK mendapatkan akses sistem sanitasi yang layak, peningkatan Cuci Tangan Pakai Sabun sebesar 20% di lokasi prioritas, serta memunculkan LSM lokal yang mampu melakukan advokasi peningaktan pelayanan WASH.

Walikota yang didampingi Asisten Ekonomi dan Pembangunan Qamarul Fattah, Kadis PU Khairul Syahnan dan Kabag Hubungan Kerjasama Antar Daerah Rivai Nasution, menyambut baik wujud kongkrit program kerjasama ini, dimana kerjasama ini akan dituangkan dalam bentuk penandatangan MOU yang rencanyanya berlangsung bulan depan [Rabu 5/7].

“Dengan adanya sistem air minum terintegrasi ini, kualitas hidup masyarakat di bidang air minum dan sanitasi semakin membaik,” ujar Eldin.

Selain itu Eldin juga memaparkan bahwa Pemko Medan sedang melakukan kajian kerjasama dengan berbagai investor asing untuk melakukan penyulingan air laut sebagai air minum yang layak dikonsumsi masyarakat nantinya.

“Kemampuan air tanah tidak bisa kita andalkan sepenuhnya untuk kehidupan jangka panjang. Kita harus lakukan pencegahan dini terhadap penurunan muka bumi apabila eksploitasi air bawah tanah terus menerus kita lakukan, untuk itulah program penyulingan air laut menjadi layak pakai terus kita gagas dan kembangkan,” jelasnya.

Penandatanganan MOU ini rencananya akan dirangkaikan dengan peletakan batu pertama Program Air Minum, Sanitasi, RTLH Kota Medan di Jl. Sari, Lingkungan V, Kelurahan Kedai Durian (Kecamatan Medan Johor).








Leave a Reply