JULIUS BIRING LAWI. BERASTAGI. Gasena Resto yang berada di Berastagi, tepatnya di Gang Serasi, depan terminal bus Berastagi, adalah restauran unik. Restauran ini sekarang menjadi fenomenal dan treanding topik di kalangan anak muda. Bukan hanya di Berastagi, juga meluas ke luar kota.

Namanya Gasena adalah singkatan dari Gang Serasi Nari (Dari Gang Serasi).

“Awalnya tak terpikir untuk membuat bisnis seperti ini. Dulu setelah menikah saya tinggal di Jambi dan anak saya harus brobat ke Tanah Karo dengan ramuan tradisional yang hanya ada di Berastagi. Selama tinggal di sini, saya melihat banyak anak-anak yang pengangguran. Saya ingin membantu mereka dengan cara berdagang. Itulah awalnya saya membuat konsep dengan nuansa gunung dan membuat tenda-tenda camping yang berasa seperti di gunung,” Ema beru Sembiring (35), pemilik Gasena Resto, mengawali kisahnya mengenai restaurannya ini.




Selanjutnya Ema menuturkan, di saat membuka bisnis ini baru beberapa bulan, terjadi musibah terbakarnya tenda-tenda tersebut.

“Anak saya yang petama sangat gemar mengoleksi manekin-manekin Suku Indian. Dari situlah saya terpikir untuk membuat konsep tersebut apalagi Tanah Karo kususnya Berastagi kan kota wisata,” kata Ema.

Di situlah mereka banyak menyajikan menu unik yang belum pernah ada. Ema sangat bersyukur bisa meberi perkerjaan buat adik-adik yang selama ini tidak menetap pekerjaannya.

Menurut seorang pengunjung, di sini cara penyajiannya dangat unik. Pelayan dan pemilik resto berpakaian ala Suku Indian dan sangat ramah. Suasananya di sini seperti berada di Amerika pada jaman dulu.

“Saya merasa sangat nyaman di tempat ini apalagi kita bisa memakai kostum bagaikan Suku Indian pada umumnya,” tutur Grace Nadya (19), seorang mahasiswi yang jauh-jauh datang dari Palembang.

Della (21) asal Medan sengaja berkunjung ke tempat ini untuk menikmati suasana sebagaimana dituturkan Grace di atas.

“Pengen liat aku, bang, penasaran, bang. Makanan dan tempatnya sangat unik. Baru kali ini aku liat resto sekeren begini. Harga makanannya sangat terjangkau,” tuturnya sembari menyantap makanannya.








Leave a Reply