Mien… Sungguh Rakyat Indonesia tidak mengerti maksud dari kata dan kalimat anda yang mengatakan bahwa KPK itu busuk. Di manakah letak kebusukan yang anda maksudkan itu?


Kakek Amien….. Mungkin Anda sedang galau dan stress, karena yang sebenarnya busuk itu adalah anda sendiri, yang sudah melakukan perbuatan “hina” dengan menerima uang yang “bukan hak” anda.




Mungkin juga anda tidak akan pernah menyangka dan menduga, bahwa kejadian 12 tahun lalu itu akan menampakkan batang hidungnya saat ini. Tidak ada yang memaksa agar nama besar anda muncul di acara persidangan hukum orang lain.

Kakek Amien, saya amat heran ketika anda tidak merasa risih mengatakan bahwa KPK itu busuk. Sebusuk-busuknya KPK, menurut saya sangat jauh lebih berarti keberadaan KPK daripada Anda. Pernah kah anda menghitung seberapa besar sudah uang negara ini terselamatkan oleh lembaga KPK itu? Sudah pernahkah anda hitung, sudah berapa orang “maling uang” republik ini yang dikirim ke balik tembok penjara sana? Sedangkan anda sendiri, apa yang sudah anda selamatkan milik republik ini yang sudah hampir hilang?

Jangan sampai anda bilang bahwa anda adalah Tokoh Reformasi, karena Reformasi tidak akan pernah bisa jalan jika hanya anda seorang yang bergerak !!!

Bagi kami, Tokoh Reformasi sejati adalah mereka yang saat ini sudah terbaring di dalam kuburan sana, yakni para mahasiswa yang dicabut kehidupannya dari dunia ini. Sedangkan anda, setelah itu, adalah penikmat kursi empuk di gedung dewan sana.

Bagi saya, anda cuma seorang yang piawai memanfaatkan situasi dan kondisi negara ini. Kakek Amien, kami merasakan bahwa anda sangat tidak adil menyebutkan KPK busuk. Bagi saya hal itu adalah suatu kalimat “PENGHINAAN” yang amat sangat luar biasa terhadap KPK. Menurut saya pun, KPK itu masih terlalu baik untuk anda.

Kenapa saya bilang KPK itu masih “baik” terhadap anda?




Anda itu tidaklah ditetapkan sebagai tersangka atau apa pun juga. Sekarang, saya kira Kakek Amien sangat perlu mengkontrol emosi dulu. Atur ritme jantung anda di titik normal. Atur tekanan darah Anda agar stabil.

Kenapakah hal ini harus saya ingatkan kepada anda, Kek?

Karena beberapa waktu ke depan, anda lebih baik menjelaskan secara runut kejadian demi kejadian proses terkirimnya uang yang Rp. 600 juta ke rekening anda itu. Namun, bukan di depan media, tetapi di tempat yang jauh lebih terhormat, yakni Gedung Pengadilan.

Di sanalah tempatnya Kakek Amien, merinso nama besar anda. Nanti di sana anda sangat bebas berbicara dan membicarakan apapun itu. Mau pakai jurus ular sanca, mau jurus belut, mau jurus monyet bergelantungan atau jurus rusa sembunyi, monggo kerso. Kakek Amien, kami sebagai rakyat Indonesia, sangatlah berharap besar, agar Kakek Amien tidak usah seret-seret nama organisasi anda, yang memandang anda seperti malaikat.

Saya juga berharap agar anda tidak juga seret-seret nama besar partai yang pernah anda dirikan, karena ini adalah murni urusan anda pribadi dan tidak ada kaitannya dengan organisasi anda ataupun partai anda itu.

Jangan sampai karena tindakan emosional anda organisasi dan partai itu jadi kurang simpatik di mata masyarakat. Kami harus objektif memandang, bahwa organisasi dan partai anda itu adalah asset bangsa kita ini.

Demikian dululah sepotong surat pendek yang sudah kepanjangan ini, agar bisa disampaikan oleh antek-antek anda yang beberapa hari lalu datang ke Gedung KPK.

Salam oportunis !!!

#Tangkap_Sengkuni






Leave a Reply