IMANUEL SITEPU. STM HULU. Sejumlah proyek dalam pembangunan infrastruktur yang bersumber dari Alokasi Dana Desa (ADD) dan Dana Desa (DD) di sejumlah desa Kecamatan STM Hulu (Kabupaten Deliserdang) sangat rawan penyelewengan.

“Diperkirakan negara merugi hingga milyaran rupiah,” kata Julianus Barus, Ketua LSM PERAK (Peduli Rakyat) Kabupaten Deliserdang kepada wartawan [Senin 12/6].




Barus menduga telah terjadi korupsi berjamaah di Kecamatan STM Hulu. Karena disinyalir telah ikut terlibat seperti Camat, Kasi PMD, kepala desa, TPK, dan pendamping desa.

“Negara diperkirakan merugi hingga milyaran rupiah,” beber Barus.

Barus mencontohkan seperti pembangunan jalan dengan sistem rabat beton yang menggunakan dana desa tahun 2016 di Desa Liang Nguda (Kecamatan STM Hulu). Menurutnya, proyek pembuatan jalan baru dengan volume 400 X 3 meter dengan menghabiskan anggaran hingga ratusan juta tersebut diduga dibangun asal jadi.

“Kegiatan fisik yang dilakukan kepala desa dan perangkatnya sangat tidak transparan. Ditenggerai anggaran desa senilai ratusan juta yang dihabiskan pada proyek fisik rabat beton diduga telah di-mark- up. Semua kegiatan tidak terpasang papan proyek. Kami merasa telah ada permainan di dalamnya,” ujar Barus.

Menurut Barus, keganjilan proyek bukan hanya terdapat di Desa Liang Nguda, tapi juga ada di beberapa desa di Kecamatan STM Hulu. Terlihat terjadi mark up seperti di Desa-desa Tanjung Bampu, Gunung Manupak B, Tanjung Timur dan Durin IV Mbelang.

“Saat ini, kami dari LSM PERAK tengah melangkapi data untuk disampaikan ke pimpinan dan penegak hukum,” ujar Julianus Barus.

Di samping itu, Barus pun berharap agar Kejaksaan maupun pihak Kepolisian turun ke Kecamatan STM Hulu agar melihat langsung proyek yang diduga telah dilakukan ajang korupsi.

“Jika aparat hanya melihat SPJ-nya, semua bisa direkayasa,” bebernya.

Foto header: Proyek infrastruktur di Desa Liang Nguda (Kecamatan STM Hulu) yang diduga menjadi ajang korupsi.








Leave a Reply