“Menurut pemerintah India, Zakir Naik mendorong dan menghasut para pengikutnya untuk menciptakan ketidakharmonisan dan permusuhan dengan kelompok agama berbeda,” demikian diberitakan oleh merdeka.com [Senin 12/6].

Ketika di Indonesia, Zakir Naik tidak begitu nyata memperlihatkan permusuhannya dengan agama lain. Bisa jadi karena sudah dapat berita lebih dahulu kalau Islam Indonesia adalah Islam toleran yang sudah terbukti sejak permulaan agama Islam di Indonesia. Sedikit ada pelajaran bagi sang ulama Zakir Naik.

Soal memilih pemimpin, dia bilang kalau ada dua pemimpin yang baik dengan agama berlainan, orang Islam patutnya pilih yang Islam. Jadi tidak terlihat permusuhannya.

Indonesia memang patut jadi panutan soal hidup berdampingan dan bersama dengan berbagai agama dan kepercayaan. Contoh yang jelas sangat istimewa dalam hal ini ialah dalam kehidupan Suku Karo, bahkan dalam satu keluarga bisa berlainan agama, tetapi hidup tetap seperti biasa kerukunan keluarga.

Kalau di India dia sudah terkenal ulama buron, seperti juga ulama buron Indonesia, pemerintah India patut mengambil tindakan tegas seperti usul cabut paspornya. Sama halnya dengan pemerinah Indonesia yang juga tegas terhadap buronnya. India punya alasan tertentu, juga Indonesia menurut UU dan hukum yang sedang berlaku sedang dalam usaha pencabutan paspor sang buronnya sendiri.

Header: Highway di Leiderdorp (Nederland). Model: Juara R. Ginting. Foto: Ita Apulina Tarigan.








Leave a Reply