Berita Foto: Pengelolaan Air di Belanda

0
328
Penulis dengan latar belakang kincir angin di sebuah daerah peternakan.

JUARA R. GINTING. LEIDEN. Belanda memang terkenal di dunia sebagai jagonya mengelola air. Mereka menembok laut agar banyak dataran luas bisa kering tidak digenangi air laut di masa-masa pasang naik.

Lalu, mereka menciptakan banyak sekali danau-danau kecil untuk menampung air di kala curah hujan tinggi. Mereka menggali tanah membuat sungai-sungai buatan (disebut kanaal) agar danau-danau buatan tadi bisa mengalirkan airnya menuju lautan lepas.

Mereka buat pula selokan-selokan kecil di dataran rendah agar tetap kering dengan mengalirkan air hujan ke selokan-selokan tadi. Kincir angin prinsipnya adalah mengangkat air dari selokan-selokan kecil tadi ke sebuah kanaal yang airnya mengalir lebih tinggi dari padang luas tempat ternak (lembu, domba atau kambing) merumput. Angin meniup kincir dan kincir menggerakkan waduk yang menangkap air di selokan dan menuangkannya ke kanaal yang lebih tinggi letaknya. Dari kanaal ini air terus mengalir ke sungai yang lebih besar dan membawanya terus ke laut.

Pariwisata landscape Belanda adalah seputar pengelolaan air yang merangkul satu sistim antara sungai, kanaal selokan, padang rumput, peternakan, arsitektur peternakan dan pengairan serta pelayaran kapal-kapa kecil menelusuri kanaal dan sungai-sungai. Kadang kapal-kapal kecil itu berkumpul di tepi danau-danau kecil. Di sana penumpangnya menyandarkan kapal dan lalu minum di cafe pinggir danau.

Foto header di atas dijepret oleh Ita Apulina Tarigan (Pimred SORA SIRULO) saat sedang minum segelas bier di sebuah cafe, tak jauh dari Kantor SORA SIRULO Nederland, Leiderdorp beberapa hari lalu [Minggu 11/6].

Pimred SORA SIRULO (Ita Apulina Tarigan) menikmati ketenangan daerah peternakan tidak jauh dari Kantor SORA SIRULO Nederland. Di latar belakang tampak sebuah kapal layar sedang parkir. Foto: Juara R. Ginting.








Leave a Reply