Oleh: Panji Asmoro Edan

 

Secara umum terdapat perbedaan antara cerdas dan pintar. Menurut KBBI, Kecerdasan diartikan kesempurnaan perkembangan akal budi (seperti kepandaian, ketajaman pikiran,dll). Sedangkan kepintaran terkait dengan kepandaian; kecakapan: kelincahan dan bisa diuji.

Kepintaran lebih terletak kepada kemampuan seseorang dalam proses pembelajaran, baik di pendidikan formal, ataupun non formal.  Sementara kecerdasan biasanya merupakan faktor alami dan tidak bisa dicari meski melalui jenjang pendidikan tertentu.

Kadang orang cerdas suka bermalas-malasan, tetapi anehnya kemampuan mereka di berbagai bidang tidak diragukan. Namun begitu, mereka tahu kapan harus bersantai dan kapan harus menunjukkan kecerdasan mereka.

Secara emosional pun orang cerdas jauh lebih baik ketimbang orang pintar.

Memang tidak ada sebuah standar baku (instrumen untuk mengukur) bahwa seseorang dinyatakan lebih cerdas dari orang lain. Namun, untuk memahami kecerdasan seseorang  dapat dilihat dengan kemampuan kognitif yang lebih besar dari orang lainnya.

Ada beberapa fitur yang dapat memberitahu Anda bahwa mungkin Anda adalah orang yang memiliki kecerdasan lebih dibanding orang lainnya.




Menurut berbagai sumber yang dirangkum situs psikologi Pijama Surf, ada 7 indikasi seseorang lebih cerdas dari orang lain:

 

1. Berpandangan Liberal

Setiap orang punya sudut pandang terhadap berbagai hal, entah itu pandangan politik, agama, adat istiadat, dll. Terkadang berbagai pandangan tersebut justru menciptakan gap (kesenjangan) hak atau ketidaksetaraan antar hubungan manusia.

Orang yang berpandangan liberal meletakkan pemahaman bahwa kebebasan dan persamaan hak adalah nilai yang utama. Mereka mencita-citakan suatu masyarakat yang bebas, dicirikan oleh kebebasan berpikir bagi para individu.

Sebuah studi pada 2010 oleh journal frontiers menemukan bahwa orang dewasa yang sangat konservatif memiliki IQ rata-rata 95, lebih rendah dibandingkan mereka yang liberal dengan peringkat 106 pada orang dewasa.

 

2. Penyendiri

Orang cerdas sering memiliki kepentingan yang tidak biasa. Terkadang mereka adalah penyendiri. Dari penelitian yang diterbitkan dalam British Journal of Psychology yang menganalisis data dari lebih dari 15 ribu orang berusia 18-28 tahun, 197 orang ditemukan lebih suka untuk menghabiskan sebagian besar waktu mereka sendirian.

Menariknya, ke-197 orang penyendiri ini memiliki kecerdasan di atas ‘rata-rata’ dari ribuan orang lainnya.

 

3. Malas

Mungkin kita terkejut bagaimana mungkin orang malas bisa menjadi orang yang cerdas? Namun pada kenyataannya berbeda. Sebuah penelitian mencoba menghubungkan kemalasan untuk aktivitas mental yang lebih besar di luar orang energik.

Banyak dari mereka yang cerdas cenderung malas, menikmati pikirannya sendiri. Orang yang sangat cerdas dapat menghabiskan banyak waktunya hanya untuk menonton, berpikir atau membuat perencanaan dan membuat tindakan kecil.

Ketimbang orang pintar, mereka yang cerdas kurang perlu rangsangan aktif untuk mengatasi tantangan. Namun mereka dapat mengusulkan solusi yang sering berbeda, dan kreatif mencari jalan keluar terhadap berbagai persoalan.

 

4. Obsesif dan manik

Orang-orang cerdas cenderung untuk fokus pada banyak topik yang menarik. Hal ini menyebabkan mereka mengembangkan obsesi yang tidak teratur guna menemukan beberapa solusi, menciptakan, dll, untuk suatu topik tertentu.

 

5. Kemampuan memisahkan emosi dari rasional

Salah satu kekuatan yang memungkinkan orang cerdas menghabiskan begitu banyak waktu sendirian karena mereka tahu, misalnya memisahkan antara cinta sebagai kehidupan emosional dengan urusan bisnisnya yang belum selesai.




6. Otodidak

Orang cerdas sering tanpa bantuan guru bisa mendapatkan banyak pengetahuan dan dasar empiris yang besar dalam bidang tertentu.

Mereka mendapatkan pengetahuan tersebut dengan belajar sendiri. Ini tidak berarti bahwa mereka mengabaikan studi konvensional.

Rasa ingin tahu yang besar membuat mereka mencari informasi sendiri untuk meningkatkan kemampuan intelektual mereka.

 

7. Tidur larut

Tidur larut dimaksud tentu berbeda dengan orang yang tidur larut karena pekerjaan, atau karena bersenang-senang. Di saat orang kebanyakan tidur berdasarkan jam tidur normal mereka, orang cerdas mengisi larut malamnya dengan kegiatan, misalnya membaca, atau menuntaskan pekerjaan mereka.

Menurut  beberapa penelitian, tren evolusi menuju individu yang lebih aktif justru berlangsung di malam hari. Pola yang sebenarnya diulang di banyak stereotip tentang kehidupan para jenius besar.

Apakah Anda termasuk orang dengan 7 tanda-tanda di atas?






Leave a Reply