𝑻𝑯𝑬 𝑲𝑢𝑹𝑬𝑨 𝑻𝑰𝑴𝑬𝑺 melaporkan lebih dari sepertiga dari 66 pelamar pekerjaan petugas kebersihan di Seoul memiliki gelar universitas. Tingkat kompetisi pelamar 16,5 berbanding 1. Menurut Kantor Berita Eunpyeong [Kamis 15/6], distrik meluluskan 4 pelamar dengan berbagai gelar kesarjanaan.

Tetapi, jangan memandang rendah dulu petugas kebersihan di sana. Mereka dibayar 35 juta won ($ 30.998) setiap tahun dan jabatan tersebut menjamin pekerjaan yang stabil sampai usia pensiun yang ditetapkan negara itu sampai usia 60.

“Posisi petugas kebersihan ditargetkan untuk pencari nafkah di usia 40-an membantu menurunkan tingkat pengangguran di negara ini,” kata pejabat Eunpyeong-gu.

Tingkat persaingan yang tinggi di dunia kerja membuat para sarjana harus berjuang ekstra keras untuk mendapatkan pekerjaan tetap di Korea. Ternyata tak hanya di Indonesia, hampir di seluruh dunia antara angkatan kerja dan lapangan kerja terdapat selisih yang cukup jauh. Tiap tahun dunia pendidikan menghasilkan ratusan ribu angkatan kerja. Sementara daya dukung lapangan kerja tidak sebesar angkatan kerja yang dihasilkan.

Di saat sebagian warga Indonesia kini tengah giat-giatnya β€˜menata’ akidah demi menyongsong kehidupan akhirat yang bahagia, hendaknya jangan sampai mengabaikan realita, bahwa orang harus memperhatikan urusan duniawinya yang tak kalah berat pula dengan urusan akhirat.

Bagi para sarjana, terutama yang baru lulus, mungkin bisa membuka wawasan dan berpikir lebih realistis untuk tidak menjadikan gelar kesarjanaannya sebagai β€˜beban’. Jangan karena memilah-milih lapangan pekerjaan malah membuat para sarjana pecari kerja justru tidak mendapatkan pekerjaan sama sekali.








Leave a Reply