Kolom Ita Apulina Tarigan: IBUKU JAHUDI AYAHKU KRISTEN PALESTINA (Seorang Buta di Warung Turki)

0
686

Setelah 2 minggu tak bertemu nasi, kemarin dapat kesempatan makan kebab di Harlemstraat, Kota Leiden (Nederland). Kebab Doner, porsinya gede, dagingnya banyak. Memang masih belum nasi, tapi ada rotinya. Lalu ketemu seorang lelaki buta di warung orang Turki yang muslim ini.

Ketika mau keluar dan bayar di kasir, seorang buta yang sedang bercerita dengan kasir yang adalah teman baiknya, seorang Turki, tiba-tiba mengalihkan pembicaraan kepada kami dan bertanya dalam Bahasa Inggris: “Hai, kalian dari mana?”

“Kami dari Indonesia,” jawabku dalam Bahasa Inggris juga.

“Indonesia, ya? Siapa nama presiden kalian yang hebat itu?”

“Jokowi?”

No. “Soekarno?” No, yang hebat yang lain?

Putus asa, lalu.. “Soeharto?” No… yang buta!

“Abdurahhman Wahid!”

Yap… dia senang sekali ketika kami menyebut nama Gus Dur.




“Ya, dia memang salah satu kebanggaan kami rakyat Indonesia,” kataku dengan bangganya.

Dia lalu bilang, kalau belajar banyak soal Indonesia, pulau-pulaunya dan sejarahnya. Sebenarnya saya penasaran bagaimana dia melakukan itu, sementara dia buta. Cuma, saya takut dia tersinggung.

Terus kita balik nanya, kamu dari mana? Saya orang Jahudi, dibesarkan di Israel, setelah dewasa saya pindah ke sini. Di sini lebih tenang, saya bisa melakukan banyak hal, katanya.

“Tapi, kami dengar Israel adalah negara yang hebat? Yah, memang hebat, tapi kadang sulit untuk orang seperti saya.

“Mengapa sulit?”

“Hemmm… Ayah saya seorang Kristen Palestina, ibu saya orang Israel beragama Jahudi, saya diantara langit dan bumi,” katanya.

Pertanyaan terakhir dari si Jahudi sebelum berpisah: “Apakah menurut kalian Indonesia akan menjadi negara Islam atau sekuler ke depannya?”

Kontan kami jawab: “SEKULER, dong. Kita punya ratusan etnik dan budaya, kita punya PANCASILA dengan semboyan UNITY IN DIVERSITY!”








Leave a Reply