IMANUEL SITEPU. NAMORAMBE. Seorang pengendara becak bermotor (betor), Padan Bangun (40) warga Dusun 1 Desa Jaba (Kecamatan Namorambe) tewas setelah betor smash warna hitam tanpa plat milknya diseruduk oleh Yamaha Scorpio Z warna merah BK 2890 QS. Yamaha ini kendarai oleh Mustakim (24) warga dusun 1 Desa Jatikesuma (Kecamatan Namorambe).

Untung saja istri korban, N Beru Sembiring dan 2 anaknya, masih di bawah umur 5 tahun (Balita) yang saat kejadian salah satunya digendong oleh sang ibu di atas betor, tidak mengalami luka serius dan selamat dari maut.

Informasi diperoleh SORA SIRULO menyebutkan, kejadian Laka lantas ini terjadi di Jalan Besar Medan–Namorambe atau tepatnya di Desa Batu Penjemuren (Kecamatan Namorambe) [Sabtu 17/6: sekira 08.00 wib]. Sebelum kejadian, korban Padan Bangun bersama istri dan kedua anaknya berangkat dari rumah dengan menggunakan betor. Mereka berencana hendak pergi ke salah satu toko pupuk untuk membeli bibit kangkung. Namun, setibanya di tempat kejadian perkara (TKP), dari arah berlawanan tiba-tiba muncul sepeda motor Yamaha Scorpio Z yang dikemudikan Mustakim melaju dengan kecepatan tinggi.

Brakkk.. Tabrakan pun tak terhindarkan. Akibat kejadian tersebut, betor yang dikemudian korban Padan Bangun langsung oleng dan akhirnya terbalik. Sementara, korban Padan Bangun langsung terhempas ke badan jalan.

“Korban tadi datang dari Desa Jaba hendak membeli bibit kangkung ke Pasar 3 Desa Batu Penjemuren. Pas di TKP, becak bermotor yang dikendarai korban tiba tiba diseruduk sepeda motor Yamaha Scorpio. Sehingga betor korban langsung oleng dan korban terhempas ke badan jalan,” beber S. Sitepu (24) saksi mata yang melihat kejadian.




Warga sekitar yang melihat insiden tersebut langsung memberikan pertolongan. Korban Padan Bangun beserta istri dan kedua anaknya langsung dibawa ke rumah sakit. Demikian juga dengan Mustakim, pengendara Yamaha Scorpio.

Namun, Tuhan berkehendak lain, beberapa jam di rumah sakit, korban akhirnya tewas karena mengalami luka pada bagian kepala belakang dan dada.

“Untung saja istri dan kedua anaknya tidak mengalami luka begitu serius. Sehingga selamat dari maut,” sambung warga lainya.

Sementara menurut I. Bangun (50) abang korban, ketika dtemui di rumah duka, korban Padan Bangun meninggalkan 5 orang anak dan seorang istri.

“Kami keluarga sangat terpukul dengan kejadian ini. Adik saya ini meninggalkan 5 orang anak. Ada yang masih kecil dan ada juga masih sekolah. Selama ini, Padan Bangun adalah tulang punggung keluarga,” kata Bangun.

Lanjut dikatakan, selain bekerja sebagai tukang becak, Padan Bangun juga melakukan kegiatan bercocok tanam kangkung dan bayam di ladang untuk memenuhi kebutuhan keluarga.

“Sekarang, adik saya ini sudah tiada. Entah bagaimana nantinya nasib anak dan istrinya. Semoga Tuhan melindungi mereka,” katanya sedih.

Kanit reskrim polsek Namorambe Iptu W. Tarigan, membenarkan kejadian tersebut.

“Korban tewas di rumah sakit. Barang bukti sudah kita amankan menunggu Unit Lantas Polres Deliserdang datang,” ujarnya.






Leave a Reply