JEBTA B. SITEPU. MEDAN. Warga Simalingkar A (Kecamatan Pancurbatu) mengikuti pelatihan paralegal [Selasa 20/06] yang diberikan oleh  Kontras Sumut. Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 wib sampai dengan pukul 17.00 wib ini berjalan dengan lancar dan disambut penuh antusias oleh warga setempat.

Materinya disampaikan oleh Kepala Bidang Advokasi Kontras Sumut (Ronald Safriansyah) dan Kepala Bidang Penguatan Gerakan (Mukhlis Ariandi).




Dalam pelatihan ini, warga banyak membahas tentang keterlibatan TNI dalam konflik agraria yang terjadi di desa mereka. Seperti pertanyaan seorang ibu kepada pemateri: “Apakah bisa TNI berpihak terhadap PTPN, dan menindas kami masyarakat?”

Menurut Ronald Safriansyah, tugas dan fungsi TNI itu jelas diatur dalam UU.

“Kalau ditanya seperti itu saya jawab, TNI tak ada wewenang untuk melindungi PTPN, karna itu bukan tugas dari mereka,” jawabnya.

Ronald juga menegaskan kepada warga untuk selalu menjaga persatuan dan terus melakukan penggalangan kekuatan, karena kemenangan rakyat itu akan tercapai bila kita bersatu dan bersemangat dalam berjuang. Lebih lanjut Ronal berharap dengan diberikannya pelatihan ini warga akan paham dalam mekanisme hukum sebagai modal awal berjuang.

Turut hadir dalam pelatihan tersebut tim advokasi masyarakat di sana yakni dari Forgammka dan Walhi Sumut serta juga organisani kemasyarakatan pemuda (OKP) seperti Pemuda Pancasila (PP) dan Ikatan Pemuda Karya (IPK). Sementara Iwan Tarigan selaku ketua Forgammka dan tim advokasi mengatakan kegiatan pelatihan ini diadakan di sini dengan tujuan mencegah kriminalisasi aparat kepada masyarakat serta membentuk tim internal pendamping di tengah masyarakat bila terjadi tindak pidana.

Sudah sekitar 6 bulan ini masyarakat di desa tersebut resah dengan kehadiran TNI di sana karena kegiatan-kegiatan yang dilakukan oknum-oknum TNI menimbulkan ketidaknyaman di masyarakat. Bahkan di bulan Pebruari lalu, sempat terjadi bentrok yang besar antara masyarakat dengan TNI di sana sehingga mengakibatkan beberapa warga mengalami korban luka. Karna keadaan tersebut masyarakat berharap agar Pangdam I Bukit Barisan bisa menarik kembali pasukannya ke barak dan menjalankan fungsinya sebagai alat pertahanan negara.








Leave a Reply