MELLY N. SITEPU. KABANJAHE. 11 Pebruari 2017 lalu, di persawahan Desa Munte (ecamatan Munte, Kabupaten Karo). Saat itu, tujuan kami ke desa ini menghadiri pesta pernikahan teman/ rekan kerja kami.

Saat perjalanan ke Desa Munte itu, tak sengaja kami melihat indahnya persawahan di sana. Nan hijau menyegarkan mata, pikiran dan dilengkapi pula pemandangan indah berlatar belakang Gunung Sinabung. Lengkap sekali seperti sebuah lukisan.




Sepulang menghadiri pesta pernikahan teman kami itu, kami pun memutuskan untuk berfoto ria di area persawahan yang indah (mumpung yang punya sawah tidak ada…. heheheee).

Kami pun berimajinasi, suatu saat kami bisa foto “preweed” bersama pasangan kami “masing-masing” di sana (khayalan wanita singel). Kami sangat menikmati indahnya ciptaan Yang Maha Kuasa dgn bergurau, bercanda sambil berpose dengan berbagai macam gaya yang bisa di- “bilang aneh & lucu” tanpa menghiraukan orang yang lewat, mobil, angkutan umum yang menertawakan kami. Karena prinsip kami adalah “besok-besok mereka tak akan mengenali kita.”

Dalam Bahasa Karo: “Pagi lanai bo kita jumpa ras ia, ras lanai bo tandaina kita.”

Alangkah bahagianya bisa menikmati alam yang segar, indah nan elok ciptaan Tuhan ini. Maka dari itu kami guru-guru yang keceh mengajak kita supaya menjaga dan melestarikan alam di sekitar, karena alam adalah sahabat kita. Kalau bukan kita, siapa lagi?

Penulis adalah ke 2 dari kiri. Fotografer: Dian Lestari Tigan.








Leave a Reply