NGGUNTUR PURBA. BERASTAGI. 5 hari berturut-turut mengadakan pencaharian di seputaran Gunungapi Sibayak, warga negara Jerman yang dinyatakan hilang dalam pendakian di gunung itu tetap saja sia-sia. Hingga akhirnya diadakan ritual tradisional Karo  beranama ngulahken/ ngkahulken manuk [Rabu 28/6]. Sehari setelah ritual itu, tubuh Wolter Klaus muncul di depan mata sekelompok mahasiswa pencinta alam dari Medan [Kamis 28/6].

Sayangnya, tubuhnya ditemukan telah tak bernafas.

Anehnya pula, tubuh Alm. W. Klaus ditemukan di sela-sela batu sungai aliran Air Terjun Dua Warna. Memang aliran sungai ini berasal dari Gunung Sibayak, tapi jarak ditemukannya tubuh almarhum dengan Gunung Sibayak lumayan jauh. Lingkungan Gunungapi Sibayak berada di wilayah Kabupaten Karo atau secara tradisional dikenal Karo Gugung (Karo Pegunungan), sedangkan Air Terjun Dua Warna berada di Kecamatan Sibolangit, Kabupaten Deliserdang atau dikenal secara tradisional Karo Jahe (Karo Hilir).




Diperkirakan, korban terpeleset di tepi sungai dan kemudian terhanyut terbawa arus hingga tersangkut di celah bongkah-bongkah batu sungai dan kemudian ditemukan oleh para mahasiswa pencinta alam. Kemungkinan dia tersesat dalam perjalanan menuju atau sekembalinya dari puncak Sibayak sehingga dia tiba di tepi sungai itu. Bisa jadi juga dia melakukan perjalanan berkeliling setelah atau sebelum mencapai puncak dan akirhirnya tergelincir.

Namun, sesuatu yang unik dari kejadian ini adalah bahwa tubuh Mr. Klaus muncul di depan mata sehari setelah diadakan ritual Karo itu. Bila dia sudah terhanyut di hari pertama dia hilang, berarti tubuhnya sudah tersangkut selama itu pula di celah-celah batu dimana akhirnya diketemukan. Bila dia meninggal pada hari tubuhnya ditemukan atau sehari sebelumnya, berarti beberapa hari sebelumnya dia masih hidup dan tersesat di dalam hutan.

Bila kemungkinan terakhir yang terjadi, ada kemungkinan dia mencoba menyusuri sungai untuk bisa keluar dari hutan dan berharap akan menemukan pemukiman sebagaimana diajarkan oleh pengetahuan dasar bila tersesat di dalam hutan.

Sayangnya, sampai saat ini, Sora Sirulo belum memperoleh hasil visum sejak kapan Mr. Klaus menghembuskan nafasnya yang terakhir sehingga perkiraan lebih rinci belum bisa dilakukan.

Namun demikian, penemuan tubuh korban sehari setelah diadakannya ritual Karo sangat menarik. Beberapa tahun lalu (sekitar tahun 1980an), seorang warga Amerika Serikat dinyatakan hilang oleh pengusaha wisama tempatnya menginap. Setelah dilakukan pencaharian dan tetap tidak ditemukan, akhir dipanggillah seorang guru (dukun Karo). Atas arahan sang guru, petugas penginapan itu menemukan Mr. Sanders terjatuh ke dasar jurang dalam keadaan masih hidup. Diperkirakan dia akhirnya akan meninggal dunia bila tidak ditemukan dalam waktu lama karena kakinya menderita patah tulang sehingga dia tidak bisa bergerak sedikitpun dari tempatnya terduduk.

Adapun upacara yang dilakukan 2 hari lalu didasarkan pada prinsip pertukaran (exchange) antara dunia manusia dengan dunia gaib. Diberikan sebuah persembahan kosmologis agar dunia gaib bersedia melepaskan tawanan mereka.

“Korban sedang ditawan oleh keramat Gunung Sibayak makanya dia tidak bisa ditemukan. Setelah ritual itu, keramat Gunung Sibayak melepaskannya sehingga bisa terlihat oleh mata manusia. Sayangnya, Tuan Klaus sepertinya terlalu senang tinggal bersama makhluk-makhluk gaib di sana sehingga keramat hanya menyerahkan tubuhnya kepada manusia, sedangkan tendina tetap bersama mereka,” demikian dikatakan oleh seorang guru ketika Sora Sirulo meminta penjelasan mengenai kejadian ini.








Leave a Reply