Oleh: Javejeve Elviere

 

Inti pertanyaannya adalah kenapa DPR tidak segera meluluskan UU Terorisme? Padahal, sesungguhnya jauh di sudut hatinya, mereka takut pada akhirnya akan menjadi korban terorisme juga.

Mungkin juga kena sembelih.

Tetapi, para anggota DPR kan wakil partai-partai. Kerja mereka kan cuman memastikan dukungan sebanyak-banyaknya untuk meraih pundi suara dan memenangkan Pemilu/ pemilihan lainya! Karena rakusnya, kekuasaan saja yang diincar dan bisa menumpuk harta sebanyak-banyaknya. Mereka tidak memikirkan bagaimana mensejahterakan rakyat dan membuat negara aman, makmur dan sentausa.

Walaupun yang mendukung ini sebenarnya bajingan, teroris, atau koruptor tidak akan menjadi masalah untuk mereka. Makanya sebagian dari para anggota DPR ini seperti kerbau yang dicucuk hidungnya oleh pendukungnya sendiri yang mungkin ada diantaranya kelompok yang ingin mendrikan khilafah/ teroris.

Sbnarnya sama-sama anjing berebut tulang. Tapi, bersatu di saat berburu mangsa. Sebagai rakyat yang cerdas bisa dilihat aja anggota DPR yang mana, namanya siapa, partainya apa yang malas mengegolkan, memparipurnakan UUD terorisme. Itulah orang-orang yang hanya haus kekuasaan yang tidak memikirkan nasib bangsa. Mereka hanya mikir perut sendiri dan partainya.

Dan, ya, kenapa harus dpilih lagi!








Leave a Reply