LGBT (Lesbian, Gay, Biseksual dan Transgender) kembali menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen dunia, tak terkecuali di Indonesia. Hal itu setelah Starbucks melalui CEO- Howard Schultz, secara terang-terangan menyatakan mendukung LGBT.

Pernyataan Schultz mendukung LGBT sebenarnya bukanlah baru. Pada 2013 Schultz pernah melontarkan pernyataan senada, namun kini tiba-tiba muncul kembali dan menjadi heboh.

Akibatnya, terjadi pro-kontra di jagat maya dunia, termasuk di Indonesia.

Seperti pada umumnya, reaksi keras tak hanya dilontarkan netizen yang anti LGBT, sejumlah organisasi keagamaan di Indonesia pun turut menyerukan boikot Starbucks.




Bukan hanya Starbucks yang menyatakan dukungan ke ‘kaum’ LGBT. Dikutip style.tribunnews.com, ada sekitar 200 perusahaan besar di dunia yang mendukung LGBT, termasuk Facebook.

Namun, aksi boikot ke Facebook tidak segencar yang dilakukan ke Starbucks. Padahal Facebook beberapa bulan lalu sudah menambahkan satu emoticon khusus buat kelompok LGBT.

Merunut istilah, LGBT awalnya berkembang di Amerika Serikat (AS) dan beberapa negara berbahasa Inggris lainnya semenjak tahun 1990-an.

LGBT lantas menggantikan frasa homoseksual untuk penunjukan diri karena dianggap lebih mewakili kelompok-kelompok yang telah disebutkan.

Bagi sebagian orang, LGBT seperti menjadi sesuatu yang ‘menjijikkan’. Bahkan di negara-negara yang penduduknya sangat fanatis dengan agama, perlakuan tehadap ‘pengidap’ kelainan orientasi seksual ini bisa sangat mengerikan, mulai dari di usir, dikucilkan hingga mengalami pembunuhan.

Dari topik yang tengah hangat menjadi perbincangan di dunia maya ini, saya mencoba menuliskan sebuah dinamika kehidupan orang-orang yang justru dibesarkan oleh orangtua kandungnya yang ternyata LGBT.

Merangkum situs MSN, berikut 5 orang terkenal yang dibesarkan oleh orangtua LGBT:

1. ROBERT DE NIRO

Robert Anthony De Niro (Robert De Niro) adalah seorang aktor, produser dan sutradara Amerika terkenal yang telah membintangi lebih dari 100 film.

Ayahnya, Robert De Niro Sr adalah seorang pelukis dan pematung terkenal berdarah Irlandia dan Italia yang meninggal pada tahun 1993.

Kedua orang tua de Niro bercerai saat De Niro Jr berusia tiga tahun. Perceraian terjadi setelah ayah De Niro mengumumkan bahwa dia adalah gay. Meski hidup bersama ibunya, namun De Niro sangat dekat dengan ayahnya hingga dia tumbuh dewasa.

De Niro mendokumentasikan kedekatan dengan ayahnya ke dalam film berjudul “Remembering the Artist,” dalam film HBO 2014.

Pria kelahiran Manhattan, New York City,17 Agustus 1943 ini tercatat dua kali menikah dan dikarunia 6 anak.

2. JODIE FOSTER

Jodie Foster adalah aktris, sutradara, dan produser film Amerika Serikat. Dia telah meraih Academy Award sebanyak dua kali. Jodie Foster lahir di Los Angeles, California, pada 19 November 1962.




Alumni Universitas Yale (1985) ‘tumbuh’ dengan ‘dua ibu’. Ibu kandungnya, Evelyn ‘Brandy’ bercerai dengan ayahnya Almond Lucius Foster II, seorang mantan kolonel Angkatan Udara AS setelah Evelyn mengaku lesbi saat Jodie masih kecil.

Jodi Foster sangat mencintai ibunya. Itu di ekspresikan saat dia menerima Golden Globe Awards 2013.

Dalam kata sambutannya Jodie berkata:

“Ibu, saya tahu Anda berada di dalam mata biru itu di suatu tempat dan ada banyak hal yang tidak akan Anda pahami malam ini.

Tapi inilah satu-satunya yang penting untuk diperhatikan. Saya mencintaimu, aku mencintaimu, aku mencintaimu,” ungkap Jodie kepada ibunya yang tengah menderita sakit demensia.

Jodie Foster sendiri mengakui secara terbuka kalau dirinya juga seorang lesbian. Tahun 2014 dia menikah dengan Alexandra Hedison, seorang wanita fotografer terkenal Amerika.

Meski memiliki dua anak, yakni Charles Bernard Foster dan Kit Bernard Foster, tetapi hingga kini belum diketahui siapa ayah biologis dari kedua anaknya itu.

3. LIZA MINNELLI

Liza May Minnelli lahir di Los Angeles, 12 Maret 1946. Dia merupakan seorang aktris dan penyanyi Amerika Serikat yang memenangkan Academy Award dan Tony Award.

Liza Minelli adalah putri dari aktris Judy Garland. Sedangkan ayahnya, Vicente Minelli akhirnya bercerai dengan ibunya setelah mengaku seorang gay.

Dia menikah dengan Peter Allen, seorang penulis lagu yang sukses. Sayang, Peter juga mengaku gay sehingga pernikahan 7 tahun mereka harus berakhir pada 1974. Liza Minnelli sendiri menikah sebanyak empat kali.

Meskipun usianya lima tahun ketika orangtuanya bercerai, Liza tetap dekat dengan mereka berdua dan pernah mencatat, “Ibu saya memberi saya dorongan saya, tapi ayah saya memberi saya impian saya.”

4. RENE RUSSO

Rene Marie Russo (lahir 17 Februari 1954) adalah seorang aktris, produser, dan mantan model AS.

Russo memulai karirnya di tahun 1970-an sebagai model mode populer. Dia beberapa kali muncul di sampul majalah seperti Vogue dan Cosmopolitan.

Pada akhir 1980-an, dia beralih karir ke akting. Dia dikenal karena membintangi serangkaian film thriller dan aksi yang populer sepanjang tahun 1990-an.

Ayah Rene Russo, Nino Russo, meninggalkan keluarga saat usianya dua tahun. Sejak saat itu, dia dibesarkan oleh ibunya, Shirley, dan teman-teman lesbian ibunya.

Pengasuh acara TV: Sable dan The Directors ini sempat mewawancarai ibu kandungnya yang lesbi di acara “Good Morning America” pada tahun 2002:

“Saya ingin mengatakan bahwa ketika saya dilahirkan – oh, saya akan menangis, tapi ini untuk Anda (ibunya). Saat ayah saya pergi, perempuanlah yang ada dalam kehidupan saya, mengangkat saya, membantu dan merawat saya”, ungkapnya dalam sesi acara tersebut.

5. STEVE FORBES

Malcolm Stevenson “Steve” Forbes, Jr, lahir 18 Juli 1947 adalah seorang eksekutif penerbitan Amerika.

Pemilik majalah bisnis Forbes yang terkenal dengan pemberian peringkat orang-orang terkaya di dunia ini dua kali menjadi kandidat Presiden Amerika untuk pencalonan dari Partai Republik.

Setelah ayah Steve Forbes meninggal pada tahun 1990, majalah OutWeek memuat sebuah cerita sampul berjudul “The Secret Gay Life of Malcolm Forbes”. Dalam artikelnya disinggung tentang orientasi seksual ayah Steve Forbes yang gay.

Saat mencalonkan diri sebagai presiden AS pada tahun 1996, Steve Forbes (nama lengkap: Malcolm Stevenson Forbes Jr.) secara halus menyinggung orientasi seksualitas ayahnya.

“Ayahku menjalani hidupnya. Anda tidak perlu menyetujui atau menolak jalan hidup seseorang yang hidup dengan belas kasih dan cinta”, ujarnya.

Steve Forbes menjalani hidup secara normal. Dia menikah dengan Sabina Beekman (1971) dan dikaruniai lima anak.

Itulah beberapa orang dari mungkin sekian banyak orang lagi di dunia ini yang dilahirkan dan hidup bersama orangtua kandungnya yang LGBT.

Meski dipandang manusia normal mereka memiliki kelainan, tetapi mereka adalah manusia yang penuh kasih dan mampu membentuk anak-anak mereka menjadi orang-orang yang sukses dan berguna.

Memang beberapa diantaranya kemudian menjadi LGBT. Tetapi sebagian yang lain menjalani kehidupan secara normal.

Ada beberapa dugaan mengenai penyebab seseorang mengidap kelainan orientasi seksual dan menjadi LGBT, misalnya karena faktor keluarga, faktor lingkungan dan pergaulan, serta faktor genetik.

Walau penelitian dan kajian akademik dari para ahli banyak dilakukan, tetapi hingga kini belum dapat dipastikan apa penyebab seseorang mengidap kelainan orientasi seksual dan menjadi LGBT, sebagaimana di ulas situs socialinqueery.com.

Bagi saya ini tak ubahnya dengan orangtua yang teroris, belum tentu membuat si anak turut menjadi teroris. Bisa jadi anaknya malah menjadi pejuang kemanusiaan?

Orang-orang yang menjadi LGBT dan berguna bagi hidup dan kemanusiaan mungkin lebih mulia ketimbang orang-orang yang hidup dengan penghayatan religiusitas yang tinggi, tetapi menjadikan dirinya bersekat dengan kemanusiaan, atau bahkan menjadi bencana bagi kemanusiaan itu sendiri.

Wallahu a’lam…






Leave a Reply