Andaikan kaum khilafah berhasil mengkudeta Jokowi Desember lalu, maka Lebaran 2017 hanya memunculkan dua situasi. Pertama, pesta pora kaum khilafah dengan pemujaan kepada para pemimpin demo 212. Ke dua, perang saudara yang mengerikan seperti di Suriah dan Irak, dimana kepala manusia dipenggal dan dibantai setiap harinya. Kata kafir berkumandang di setiap sudut kota, dan NKRI tinggal sejarah terkubur bersama dasarnya Pancasila.

Akan tetapi, sejarah republik ini yang diperjuangkan dengan air mata darah oleh Soekarno, Moh. Yamin, Moh. Hatta, dan seterusnya tidaklah demikian. NKRI masih berdiri kokoh hingga kini. Langkah-langkah kuda Jokowi sejak Ahok terpeleset penodaan agama, mampu mematikan setiap usaha kudeta yang diarahkan kepadanya.




Di waktu bersamaan, Ahok dengan gagah berani menyibak semak dan ular beludakpun terpancing keluar. Para ular-beludak pengkhianat NKRI itu, kini satu per satu kepalanya dipukul oleh Jokowi. Kepala-kepala ular beludak yang telah dipukul, meraung kesakitan dengan suara longlongan kriminalisasi.

Lebaran 2017 menjadi panggungnya Jokowi. Dialah sesungguhnya Bintang Lebaran 2017. Itu terjadi ketika Jokowi mampu melewati masa-masa sulit sejak lebaran tahun lalu. Beberapa kali percobaan kudeta tersembunyi berhasil dilompati oleh Jokowi. Ancaman pelengseran dari DPR Senayan yang datang dari Fadli Zon Fahri Hamzah, berhasil dipetieskan oleh Jokowi. Demikian juga skenario pengkhianatan di lingkar istana berhasil diredupkan hingga padam.

Di bidang ekonomi, dengan kebijakan yang spekulatif dan amat menentukan nasib pemerintahannya, Jokowi ternyata sukses besar. Program Tax Amnesty, mencetak sejarah sebagai negara pelaksana Tax Amnesty terbaik di dunia. Pembangunan infrastruktur jalan, jembatan dan bandara membuat mudik tahun ini berjalan lancar. Baru kali ini beban berat kepolisian untuk mengamankan lalulintas mudik terasa mudah. Dan itu berkat jalan tol, jalan layang yang telah dibangun Jokowi.

Sikap keras Jokowi tahun lalu dengan menindak tegas para mafia daging sapi, gula, beras, bawang dan berbagai kebutuhan lainnya membuat mara mafia kapok dan tak bisa bergerak banyak pada lebaran tahun ini. Menurut Mentan Amran, harga-harga kebutuhan pokok pada lebaran Tahun 2017 ini, terkendali baik. Inflasipun diklaim sebagai pencapaian terbaik dalam 10 tahun terakhir.

Jika disebut Jokowi sebagai Bintang Lebaran 2017, itu bukan tanpa alasan. Masjid negara Istiglal Jakarta berhasil diambil oleh Jokowi yang selama 6 bulan terakhir menjadi panggung para kaum khilafah. Di hari Idul Fitri, khotbah Quraish Shihab di Masjid Istiglal, mendatangkan kesejukan untuk pertama kalinya di Tahun 2017.

Rizieq, pemimpin FPI, yang menjadikan masjid Istiglal sebagai awal pergerakannya, kini sedang masuk dalam perangkap. Ia dipancing dan dipaksa melarikan diri ke Arab. Di sana ia dibiarkan kabur melarikan diri dari jeratan hukum namun tidak akan dikejar. Ia hanya ditunggui kapan kembali. Pada saat itu ia baru dicokok.

Situasi pun berbalik arah. GNPF-MUI yang sebelumnya punya kekuatan mendikte pemerintahan Jokowi, kini pada lebaran Tahun 2017, terlihat bangkrut. Mereka pun terpaksa berkhianat kepada rekan-rekannya yang lain dan mengemis rekonsiliasi kepada Jokowi.

Kedatangan Mantan Presiden adikuasa Amerika Serikat, Barack Obama, melengkapi panggung kebintangan Jokowi. Obama dijadikan sebagai iklan prestisius termahal untuk pariwisata Bali, Yogyakarta sekaligus penguatan toleransi. Bisa dibayangkan setelah lebaran orang-orang Amerika dan Eropa akan ke Bali mengikuti jejak Obama. Pariwisata Indonesia akan terus menggeliat. Kunjungan Obama yang aman membuktikan bahwa Indonesia aman dari gangguan teroris.

Di waktu bersamaan, Jokowi memanfaatkan Obama untuk menskak mat mantan Presiden SBY. SBY dan Obama sama-sama mantan presiden 2 periode dan berasal dari partai Demokrat. Namun gaya keduanya amat berbeda. SBY masih ingin come back, sementara Obama memberi contoh konkrit bagaimana seharusnya bersikap kesatria setelah lengser. Setelah lengser, seharusnya seorang mantan, tidak lagi menggurui Presiden yang tengah berkuasa dengan berkoak-koak di Twitter.

Saat berkunjung di Jakarta, Jokowi skak mat para kaum khilafah. Lewat ngopi bareng dengan semangkok bakso, Jokowi mempertontonkan bagaimana Obama dengan ras yang berbeda, bisa menjadi orang nomor satu di negeri Paman Sam. Kini orang yang sama bisa ngopi bareng dengan Jokowi yang Muslim. Itu juga merupakan sindiran keras kepada Gubernur baru Anies bahwa toleransi amat penting dalam hidup berbangsa dan bernegara.

Lebaran 2017 menjadi panggung merakyatnya Jokowi. Ia mengunjungi Ragunan Zoo dengan tiket masuk paling murah sejagat. Di sinilah Jokowi menskak mat para lawan-lawannya semacam Prabowo yang malas mengunjungi tempat-tempat rekreasi rakyat jika tidak ada maunya. Namun, Jokowi mau melakukan hal itu karena ia membuktikan dirinya sebagai presiden rakyat. Jokowi mau mempromosikan kebun binatang Ragunan sebagai tempat rekreasi murah-meriah namun mempunyai nilai edukasi.




Ketika Jokowi ngopi bareng bersama isterinya Iriana di kedai kopi Tuku dengan menu ‘kopi tetangga’, itu juga merupakan skak mat kepada mereka yang hanya tahu memboikot Starbucks tanpa ada solusi. Anda boleh aja memboikot produk luar, namun anda harus bisa menggantikannya dengan produk lokal. Anda bisa boikot teknologi luar negeri, namun anda harus mampu membuat teknologi sendiri yang sama hebatnya.

Terakhir, Jokowi di saat lebaran memastikan bahwa ibu kota negara kemungkinan besar akan dipindahkan. Penjajakan pemindahan akan mulai pada tahun 2018 mendatang. Itu adalah skak mat kepada lawan politik Jokowi yang ngotot menguasai ibu kota pada Pilkada 2017 ini.

Ibu kota negara yang direbut dengan politik brutal SARA pada Pilkada 2017 akan dipindahkan ke Kalimantan. Tujuannya selain mengurangi kesumpekan Jakarta dan hiruk-pikuk politik brutal SARA, juga merupakan bagian strategi Jokowi membangun Indonesia secara merata. Jadi, ketika kudeta gagal, Jokowi berbalik skak-mat lawan-lawannya pada Lebaran 2017 ini dengan cantik dan memesona. Para lawanpun hanya ternganga terpesona.




Leave a Reply