Sejak Pak Jokowi terpilih menjadi DKI 1, lalu bahkan menjadi Presiden RI, nama Jokowi meroket tak terbendung. Bagaikan cahaya meteor yang menerangi gelapnya malam. Menyeruak di setiap penjuru Tanah Air bahkan seluruh kolong langit.

Yang mendukungnya makin mencintai. Yang membenci makin bingung dan kalap hingga sekaliber Pak Amien ikut ngoceh dan gelap mata agar Pak Jokowi ditest DNA. Dan deretan panjang nama-nama pembenci Pak Jokowi lupa, lupa bahwa beliau adalah Presiden RI. Orang nomor satu di negeri ini yang dipilih secara sah. Secara demokratis. Yang mestinya harus dihargai dan dihormati.

Di luar sana, nama Pak Jokowi bahkan berbinar. Bersinar terang benderang hingga termasuk 10 besar pemimpin top di seantero jagad raya. Dan itu membuat Museum Madame Tussauds harus repot-repot membuat patung.

Namun apa prestasinya yang paling fenomenal?

Apakah Pak JOKOWI menggenjot infrastruktur jalan dan Pertanian? Apakah karena Pak Jokowi berpenampilan sederhana? Apa karena Pak Jokowi berhasil mengelola negara dengan baik serta pemerataan pembangunan dari Barat hingga Timur Papua?

Jika yang tersebut di atas adalah prestasi, rasanya itu adalah kewajiban serta tugas sebagai seorang pemimpin yang diamanatkan oleh rakyat. Namun, prestasi yang paling mendasar, yang tidak semua orang punya atau bahkan pemimpin di manapun juga, Pak Jokowi berhasil menjadi seorang suami yang baik bagi ibu Iriana. Pak Jokowi berhasil menjadi seorang Bapak dan teman bagi anak-anaknya.

Kesederhanaan dan tampilan yang natural, dan itu ditunjukkan dalam foto-foto yang beredar termasuk video ketika Pak JOKOWI main ponco, di situlah prestasi.

Jika Pemimpin lain, bahkan sekaliber presiden Trump yang presiden Amerika mengangkat kolega, keluarga bahkan kerabatnya untuk menduduki pos-pos penting, Pak Jokowi tidak mau melakukan itu. Beliau tidak ingin terjebak oleh rasa ewuh pakewuh karena negara ini dikelola dengan cara KKN.

Anak-anaknya dibiarkan menjalani takdirnya untuk mengarungi kehidupan.

Dan, itu terbukti yang sulung, Mas Gibran, hanya jadi tukang martabak dan tukang masak di jasa catering. Mbak Kahiyang konon juga dibiarkan memilih pasangan hidup dengan pemuda pilihannya dari orang kebanyakan. Bahkan konon katanya malah dari Suku Mandailing. Mas Kaesang juga dibiarkan menjadi anak muda yang kekinian, yang kocak dan lucu abis namun beretika.

Jika ada calon pemimpin yang katanya hebat dan gagah namun mengelola keluarga saja berantakan, bagamana bisa mengelola negara dengan baik? Jadi, prestasi yang fenomenal adalah, Pak Jokowi telah berhasil membawa keluarga yang bahagia. Yang sakinah, mawadah, wal rohmah…

Ini menurutku.








Leave a Reply