Si Fahri yang belakangan ini bersuara lantang agar KPK dibubarkan, apakah omongan itu ngawur? Apakah lagi kliyeng-kliyeng alias mabuk? Jelas tidak. Tentu Fahri sudah memikirkan semua akibat serta Tujuan semua apa yang diucapkan. Lalu, apa maksudnya?

Fahri tahu, bahwa ucapannya tentu akan menjadi sorotan media. Tentu saja Fahri juga ngerti bahwa ocehannya akan menjadi blunder. Menjadi bulan-bulanan para nitizen serta rakyat negri ini. Inilah yang dikarepkan. Inilah yang diingini oleh Fahri.

Sebagai wakil rakyat yang tidak direstui, Fahri tentu harus selalu mencari perhatian. Harus selalu mencari tranding topik agar wajahnya yang lumayan itu disorot kamera.

Sejak Hak Angket KPK diusung, tentu harus dibuat CIPTA KONDISI, masyarakat dipancing agar bisa mengukur sejauh mana kontroversi antara yang mendukung KPK dan yang masih mendukung DPR. Inilah yang dimaui si Fahri ketimbang repot-repot membuat polling.

Yang ke dua, jika wacana ini didukung oleh kolega-koleganya di DPR, yang ditengarai kasus e-KTP akan banyak memakan korban para penghuni rumah wakil rakyat, tentu Fahri akan dianggap pahlawan. Akan dianggap super hero.

“Joss gandos sampeyan, Mas Fahri,” itu acungan jempol mereka.

Selanjutnya, Fahri juga sadar bahwa dirinya adalah “sebatang kara” di gedung yang terhormat. Ketimbang celingak celinguk duduk diam tidak berbuat apa-apa, ya lebih baik ngoceh nggedebus. Dan, itupun juga dapat bayar!!!

Penak, tow?








Leave a Reply