Aroma khas komoditi internasional yang menggugah selera dari Pulau Sumatera, sudah berpetualang ke berbagai belahan dunia. Komoditi pertanian Pulau Sumatera yang salah antara lain adalah Kopi Arabica dan Kopi Robusta.

Beberapa varietas kopi di Sumatera, dengan beberapa jenis lokal bersama ciri khas yang berbeda serta beragam produk olahannya. Sudah berpetualang pula ke berapa pencinta kopi di seluruh dunia.

Namun, apakah citra rasa aroma kopi yang dirasakan penikmat dan pencinta kopi itu juga dirasakan kenikmatannya oleh petani kopi di Sumatera?

Jika kita melihat pasaran dan pemasaran kopi daerah Sumatera, sudah seharusnya petani kopi di desa juga menikmati kenikmatan kopi yang mereka pelihara sepenuh hati. Kita melihat bagaimana petani kopi di desa tetap menikmati pahitnya aroma kopi. Pasaran kenaikan harga kopi di pasar internasional tidak dinikmati petani kopi. Yang menikmatinya hanya tengkulak, supplier dan beberapa oknum saja.

Sekarang ini, banyak orang yang demam dengan potensi berlian hitamku ini. Namun hanya sedikit yang berpikir untuk kesejahteraan petani kopi yang bertahu-tahun merawat kopi sampai kita dapat menikamati kenikmatannya.

Pernahkah anda berpikir, di benak seorang petani kopi mereka juga mempunyai mimpi menyekolahkan putra putrinya sampai ke universitas ternama dunia? Dengan kata lain, produk yang dihasilkan oleh petani daerah Sumatera dapat diterima dan dinikmati masyarakat di seluruh dunia mengapa tidak untuk putra putri mereka mengecap perkuliahan di berbagai negeri dengan komoditas produk kopi yang mereka miliki?

Kadang kita berada di kebun kopi dan berpikir bagimana biji kopi terbaik ini bisa membawa putra putri melanjutkan studi menuju universitas terbaik dunia. Kenikmatan dan potensi kopi sengaja ditutupi oleh kaum kapitalis untuk dijadiken mesin ATM yang terus mengalir seperti air kopi yang mengaliri cangkirnya. Sekarang mari kita berpikir untuk diri kita dan juga mereka.

Mereka butuh, kita juga. Jangan menikmati kenikmatan sensasi ngopi di atas pundak kepahitan petani kopi.








Leave a Reply