Gini lho, Mas. Sejak sampeyan ngotot mengetukkan palu sebagai sahnya Pansus hak angket, banyak orang yang geleng-geleng kepala. Padahal orang-orang tersebut tidak lagi mendengarkan Campursari koplo. Mereka bergumam gini:

“Pasti akan terjadi gadhuh lagi. Pasti akan terjadi Blunder.”

Byaaarrrr… dan itu terbukti. Nyaris komponen masyarakat mulai tukang pijet, tukang cendol bahkan adik-adik mahasiswa yang lebih intelek menggeruduk Senayan.

Tapi jujur saya salut sama sampeyan, Mas Fachri. Kenapa para anggota DPR kok ya seperti dicocok hidungnya mengikuti ketidak-“warasan” sampeyan, ya? Atau, jangan-jangan kwalitas berpikirnya sebelas dua belas dengan sampeyan? Sama-sama bentonya? Sama-sama gak mau mikir jika hak angket akan menjadi bulan-bulanan para nitizen dan semua masyarakat?

Duuhh…. Mas Fachri, Mas Fachri….,

Saya juga mengucapkan terimakasih yang tidak terhingga. Kenapa?

Ini semakin memelekkan mata. Semakin membuat masyarakat Indonesia mengetahui bahwa manusia yang katanya terhormat dan mendapatkan fasilitas negara yang berkantor di Senayan hanyalah manusia yang tidak bermutu. Manusia yang hanya seperti tukang obat kurap yang ada di pinggir jalan.

Sungguh, jika langkahmu itu bersama-sama Pansus hak angket KPK akan mengkianati bangsa ini dan membela koruptor, semoga rakyat tidak semakin marah seperti halnya di Venezuela yang mukuli wakil rakyat hingga jontor.

Sekali lagi matur thankyu, mas Fachry….








Leave a Reply