Kolom Ganggas Yusmoro: MENEPUK DULANG DI MUKA

0
458

Dulu, Pak Jokowi pakai sarung juga dinyinyiri. Katanya ada motif salib. Lalu ketika dijelaskan bahwa motif kotak-kota akan membentuk salib, mereka diam.

Dulu, Pak Jokowi sholat pakai kaos kaki dinyinyirii. Lalu, ketika Pak SOEKARNO, Pak Harto, bahkan Raja Salman sholat juga pakai kaos kaki, apakah kaum nyinyir kurang kerjaan jadi malu? Tidak sama sekali.

Dulu, ketika Pak jokowi berfoto mesra dengan Ibu Iriana, kaum nyinyir sibuk mengatakan pamer, pencitraan, dan lain-lain. Namun, ketika junjungannya dicium kuda, akirnya mereka diam. Malu? Oraaa ….




Sekarang, ketika Pak Jokowi membawa keluarga keluar negeri dengan pesawat RI 1, mereka juga pada nyinyir. Pada ngoceh tak karuan. Namun, ketika dijelaskan bahwa itu dengan biaya sendiri, bahkan setelah Pak Karno, Pak Harto pernah melakukan hal yang sama, mereka pada mingkem. Pada bisu. Apakah mereka lalu juga malu? Juga tidak.

Sekarang, ketika Pak jokowi tidak terlalu fasih hanya karena bahasa ketika berdialog dengan Trump, mereka juga nyinyir. Mereka juga sibuk kurang kerjaan. Toh Presiden TRUMP juga tahu bahwa wong ndeso ini telah dibuat patung di Museum Madame Tussauds. Itu kenapa Trump juga sangat menghormati Pak Jokowi.

Lalu, siapakah mereka yang tukang nyinyir? Ada yang mengaku ustads. Ada Jonru yang sarjana S1 akutansi yang kuliahnya hingga 7 tahun.

Yang jadi soal adalah, mereka mengaku yang paling beragama. Suka bicara ghibah. Suka bicara paling bener. Jika begini agama mereka ke mana? Lalu dari partai mana mereka? Katanya sih PEKAES.

Memang, mereka tidak menyadari bahwa KEBENTOAN mereka seperti menepuk dulang di muka.

“Bukan menepuk air di dulang, Mas?”

Bukan…. itu kenapa isi kepala mereka pada nyonyorr…!!

FOTO HEADER: Kereta api di Italia menghubungkan kita ke kota dan desa-desa. Turun di stasiun #riomaggiore ini, and akan disambut percikan air laut dari ombak yang menghempas karang di bawah tebing rel kereta (Fotografer: ITA APULINA TARIGAN).








Leave a Reply