NELSON GINTING. MEDAN. Wakil Gubernur Sumatera Utara (DR Hj Nurhajizah Marpaung) sangat tertarik dengan teknologi terbaru pembangkit listrik ramah lingkungan yang ditawarkan Denmark. Teknologi baru energi alternatif yang mengkombinasikan energi matahari, angin, panas dan air dalam satu unit menurut Nurhajizah sangat dibutuhkan di kawasan terpencil.

Hal itu disampaikan Nurhajizah saat menerima calon investor yang berminat membangun pembangkit listrik alternatif tersebut di Sumatera Utara hari ini [Selasa 11/7] di ruang kerjanya. Hadir pengembang teknologi asal Denmark Mr Henrik Pryter, DR konsultan yang juga penajar Universitas Utara Malaysia Zulkefli Mahpol, investor lokal Prof Johar Arifin dan Wahidin Sitompul.

“Teknologi pembangkit listrik alternatif seperti ini sangat butuhkan masyarakat, terutama yang berada di pulau kawasan terpencil atau pulau terluar,” kata Nurhajizaah setelah mendengarkan paparan. Terlebih lagi, teknologi pembangkit listrik yang ditawarkan ramah lingkungan dan lebih murah pula.




Dia juga mengungkapkan harapannya agar ke depannya pembangunan bisa dilaksanakan di kawasan terpencil yang masih mengalami krisis energi listrik seperti di pedesaan terpencil maupun di Kepulauan Nias.

Dalam kesempatan itu, Wahidin Sitompul menjelaskan bahwa pihaknya bersama penemu Denmark Hendrik Pryter berencana membangun pembangkit listrik teknologi alternatif yang ramah lingkungan dan lebih murah dan berkelanjutan. Untuk tahap awal kami akan  berencana membangunnya di Stabat, Langkat dan Kawasan Industri Medan dengan kapasitas masing-masing 10 MW.

Dijelaskannya, pembangunan pembangkit membutuhkan lahan yang luas. Dikatakannya, teknologi tersebut lebih baik dari solar cell dimana setiap 0,8 ha lahan dapat menghasilkan 10 MW listrik.

“Ini cocok untuk menggantikan solar cell yang mahal dan tidak bertahan lama,” katanya.

Kembali Wahidin menambahkan pihaknya dalam upaya memohon dukungan Pemerintah Provinsi dan Pemkab terkait untuk mengeluarkan izin prinsip dan izin lokasi.

“Kami berharap ada dukungan dari Pemprovsu dan Pemkab/Pemko terkait,” katanya.

Menjawab tersebut, Nurhajizah mengatakan pihaknya sangat menyambut baik rencana investasi  dimaksud. Dia menawarkan pertemuan lanjutan untuk membahas percepatannya dengan mengundang pihak terkait seperti Pemkab/ Pemko, PLN dan lainnya.

“Kami akan segera follow up dengan mengundang  pihak-pihak terkait agar bisa segera direalisasikan,” kata Nurhajizah








Leave a Reply