IMANUEL SITEPU. STM HULU. Setelah pencarian selama 3 hari, Ibrahim Perangin-angin alias Baim (5 tahun), warga Desa Gunung Manupak A (Kecamatan STM Hulu), yang diketahui tenggelam [Sabtu 8/7: sekira 17.30 wib] di Danau Linting (Kecamatan STM Hilir) akhirnya ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa [Senin 10/7: sekira 16.10 wib].

Informasi diperoleh SORA SIRULO di lapangan, tubuh bocah malang ini ditemukan oleh Tim Basarnas yang ikut melakukan pencarian dengan cara menyelam. Jasad Baim ditemukan tersangkut di akar kayu beringin yang tumbuh di sekeliling danau pada kedalaman sekira 5 meter.

Begitu berhasil ditemukan, jenajah anak ke dua dari tiga bersaudara pasangan Sulikin Peragin-angin dan Nartik ini lalu dievakuasi ke Puskesmas Tigajuhar. Rencananya, jenajah bocah malang ini selanjutnya akan dibawa ke rumah duka di Desa Gunung Manupak A untuk dikebumikan.

Danru Basarnas Medan Sukroadi Sastra Wijaya didampingi Darwin Surbakti Ketua BPBD Kabupaten Deliserdang, ketika dikonfirmasi di lapangan membenarkan telah menemukan korban.




“Jasad korban ditemukan terjepit di batu dan akar pada kedalaman 10 meter sehingga tubuh korban tidak melambung ke atas,” ujarnya.

Di tempat terpisah, Ketua Komunitas Karo Deli (drs. Jenda Bangun) ketika dikonfirmasi menilai, banyaknya korban tewas di lokasi wisata di Deliserdang karena kurangnya kepedulian dari Pemkab Deliserdang terutama Dinas Pariwisata.

“Pengamanan untuk pengunjung sangat lemah di sejumlah lokasi wisata di Kabupaten Deliserdang. Kinerja Dinas Pariwisata Deliserdang perlu dipertanyakan,” kata Jenda Bangun.

Bangun pun mencontohkan seperti tidak adanya himbauan dan larangan yang ditempelkan di tempat-tempat rawan.

“Seharusnya di beberapa titik yang memiliki air cukup dalam ditempelkan himbauan bahaya agar pengunjung bisa melihatnya dan melarang anak-anak berenang di lokasi tersebut,” bebernya.

Masih kata Bangun, hampir di seluruh lokasi wisata alam, yang ada di Deliserdang tidak ditemukan adanya kepedulian dari Pemkab Deliserdang. Hampir di seluruh lokasi wisata tidak ada ditemukan plank himbauan daerah yang berbahaya. Seharusnya, setiap lokas wisata wajib memiliki tim SAR lengkap dengan peralatannaya.

“Musibah menimpa pengunjung bukan hanya terjadi di Danau Linting. Tapi juga di wisata alam lainnya seperti Air Terjun Sampuren Putih, Air Terjun Dua Warna, Pantai Casanova, Sarilaba Biru Indah dan lainnya. Bisa dibilang, program Pemkab Deliserdang cuma pencitraan. Eksennya gak jelas. Jangan hanya pintar mengutip retribusi tanpa dibarengi dengan pelayanan yang baik,” cetusnya.






Leave a Reply