JEBTA B. SITEPU. MEDAN. Wakil Walikota Medan (Ir. Akhyar Nasution) mendukung Go River dalam program kerjanya melestarikan kawasan Sungai Deli yang ada di Kota Medan. Program Go River ini merepresentasikan upaya komunitas yang menunjukkan kepeduliannya terhadap kelestarian lingkungan khususnya sungai.

Dukungan tersebut disampaikan oleh Wakil Walikota ketika menerima audiensi Go River [Selasa 11/7] di Kantor Walikota Medan sekaligus memberi bekal ide masukan kepada Go River dalam mengikuti Kalender Event Kementerian PUPR tanggal 17-19 Juli Mendatang di Semarang. Go River terpilih dalam seleksi pusat untuk mewakili Provinsi Sumatera Utara dalam perlombangan tingkat nasional tersebut.

Didampingi Kadis Kebersihan dan Pertamanan Kota Medan, M. Husni, Kadispora Kota Medan Marah Husin dan Kepala BPBD Kota Medan Arjuna Sembiring, Wakil Walikota menyampaikan apresiasinya kepada Go River sebagai komunitas peduli lingkungan yang terus menunjukkan eksistensinya dalam mendukung pemerintah dalam mengelola kawasan sungai di Kota Medan.

Dirinya menyambut baik rencana untuk mengembalikan wajah dan marwah Sungai Deli sebagai salah satu ikon Kota Medan yang harus terus dilestarikan dan dimanfaatkan potensi besar yang dimilikinya.




“Kita apresiasi program Go River yang fokus untuk penataan lingkungan sungai. Kita sadari bahwa sungai adalah salah satu elemen penting masyarakat Kota Medan karena tidak sedikit masyarakat Kota Medan yang menggantungkan hidupnya dari sungai, sehingga kami Pemerintah Kota Medan serius dalam mengelola kawasan sungai di Kota Medan,” ujar Akhyar.

Dalam audiensi tersebut, kembali Akhyar menekankan bahwa seyogiyanya konsep penataan kawasan sungai yang ditawarkan Pemerintah Kota Medan adalah konsep resettlementyang berarti menata kembali kawasan sungai dan mengembalikan fungsi-fungsi lingkungan secara bertahap tanpa menggusur/ merelokasi kehidupan penduduk yang ada di sekitarnya.

“Sebelum sampai ke sana tentunya perlu kita berikan pemahaman kepada masyarakat sekitar tentang konsep lingkungan sungai yang layak huni dan sehat, sehingga masyarakat yang tinggal di lingkungan tersebut juga tetap dalam keadaan sehat,” sambung Akhyar sembari menambahkan bahwa tanpa adanya pemahaman dan pengertian yang baik dari masyarakat akan lingkungan bersih dan sehat, semuanya akan sia-sia.

Diharapkannya ke depan pemerintah pusat, BWS, pemerintah daerah, LSM dan komunitas pecinta lingkungan bersama masyarakat harus bergabung secara terintegrasi dalam menata lingkungan Sungai Deli, dengan demikian Marwah Sungai Deli akan kembali sebagai ikon Kota Medan. Supaya masyarakat ini juga bisa menikmati Kota Medan dari aliran sungai yang representatif.

Sebelumnya Ketua Go River (M. Ahadi) dalam paparannya menyebutkan, selain untuk meminta ide masukan dari Pemko Medan dalam kegiatan yang akan diikutinya, mereka juga menggagas jalur aliran sungai dari Avros menuju Sukaraja. Dengan begitu, nantinya akan bisa dilalui masyarakat dengan transportasi sungai untuk menikmati Kota Medan dari jalur sungai tersebut.

Mereka berharap Wakil Walikota berkenan meninjau lokasi Kampung Aur Sukaraja sebagai projek awal mereka dalam pengembangan sungai.

“Selain itu kami juga tengah menjalin komunikasi dengan Pengelola Istana Maimun untuk bekerjasama menjadikan aliran sungai dari Avros ke Istana Maimun bisa dilalui masyarakat dengan transportasi sungai sehingga akan mendukung peningkatan kawasan pariwisata air di Kota Medan,” imbuh Ahadi.








Leave a Reply