Suatu ketika, seorang teman dengan sengit mengatakan pemerintahan Jokowi telah gagal. Tidak menepati janji kampanyenya. Pembohong. Bahkan hutang negara semakin banyak.

Sesaat saya kepingin mengakses data. Kepingin menjelaskan secara rinci kebijakan Jokowi yang berani mengambil kebijakan hebat dan berani untuk mengejar ketertinggalan Indonesia dengan negara-negara lain terutama dengan Asia Tenggara. Namun, apakah otak teman yang bertanya tersebut akan gaduk? Akan nyampai?

“Sampeyan saat pertama kali jumpa dengan istri, tentu sampeyan janji ingin membahagiakan, kan?”

Dia mengangguk.

“Lalu, apa istri sampeyan sekarang bahagia? Apa janji-janji sampeyan terhadap istri terpenuhi semua? Tidak, bukan? Lalu apakah sampeyan mau dikatakan pembohong?”

Dia menggeleng.

“Sejatinya manusia tentu ingin berbuat semaksimal mugkin, mas. Termasuk Pak Jokowi. Beliau tentu juga tidak ingin dihujat. Tidak ingin dikatakan pembohong. Namun, seperti halnya kita saat berumahtangga, tentu kita harus berpikir skala prioritas. Kita semua tentu mengedepankan mana yang lebih penting. Termasuk Pak jokowi,” saya diam sesaat.

Teman tersebut masih mendengarkan.




“Nah, ketika Pak Jokowi dilantik, tentu beliau juga berpikir skala prioritas. Prioritasnya apa? Negara ini jelas negara kepulauan dan agraris. Maka, yang harus dibenahi tentu dari situ dulu. Maka ditunjuklah Ibu Susi menjadi Menteri Kelautan. Kenapa Ibu Susi? Karena di samping Ibu Susi non partai, PAk Jokowi tahu bahwa seorang Ibu Susi Pujiastuti adalah wanita pemberani. Dan itu terbukti. Trilyunan Rupiah bisa diselamatkan. Hasil laut kita menjadi Surpluss”

“Diminum kopinya, mas,” ucapku.

Dia mengangguk.

“Juga, karena pertimbangan prioritas, Pak Jokowi kepingin negara ini swasembada pangan. Maka yang musti dibangun adalah waduk-waduk. Ada beberapa waduk yang selama ini mangkrak, oleh Pak Jokowi dikebut dan diselesaikan. Karena Pak Jokowi berharap, Indonesia menjadi kuat dan kokoh dengan kemandirian pangan.”

“Lalu, dengan semakin banyaknya hutang?”

“Hehehe, motor sampeyan itu beli kontan, Mas?”

Dia menggeleng.

“Secara sederhana, tentu sampeyan hutang motor tersebut jika dikalkulasi lebih hemat ketimbang sampeyan ke sana ke mari naik angkutan umum, kan? Ini yang lagi dilakukan oleh Pak Jokowi. Beliau sengaja membangun jalan-jalan, membagun semua Bandara dan membangun jalan tol, karena proyek-proyek tersebut tentu akan menghasilkan. Bisa diartikan pembangunan yang lagi digenjot adalah proyek investasi. Proyek yang tentu saja sangat bermanfaat bagi Rakyat Indonesia. Bukan untuk dibagi-bagi dengan dalih BLT.”

“Cobalah sering buka Google dengan kata kunci “prestasi jokowi”. Jadi rakyat sekali-kali musti cerdas, Mas. Juga musti tabayun dengan berita yang sering sampeyan baca dari XXX XXXXX atau Jonru.”

Hening..








Leave a Reply