IMANUEL SITEPU. MEDAN JOHOR. Morina Efredy Sitepu alias Ucok (38) warga Jl. Pintu Air IV Gang Satu Simalingkar B (Medan Johor) tewas setelah sebilah pisau menancap di bagian perut atas sebelah kiri oleh pelaku WS (36) warga Jl. Pintu Air IV depan Gg. Persatuan (Medan Johor] [Senin 10/7: sekira 15.20 wib].

Informasi dihimpun di lapangan, korban yang merupkan security perumahan Bena Garden sedang menjaga perumahan. Begitu hendak masuk ke perumahan dump truck yang membawa tanah timbun, korban pun mempersilahkanya. Baru saja dump truck hendak berjalan, tiba-tiba WS melarangnya dan meminta uang Pemuda Setempat (PS).

Begitu dilarang pelaku, korban pun menanyakan, mengapa dilarang. Mendengar ucapan korban yang tidak membelanya, pelaku langsung menghajar korban.

“Antara pelaku dan korban sempat adu jotos. Begitu selesai adu jotos, pelaku pulang ke rumah,” beber Arya saksi yang melihat kejadian.

Tak lama di rumah, pelaku kembali menjumpai korban. Saat pelaku datang, korban keluar dari pos jaga perumahan. Saat itulah terjadi penikaman.

“Tanpa tanya, pelaku langsung menikam korban, sehingga korban jatuh ke tanah dan bersimpah darah,” ungkapnya lagi.

Pelaku sudah sering keluar masuk penjara dan pelaku pemain narkoba di daerah itu.

“Sudah sering polisi Delitua hendak menangkap pelaku, tetapi tidak pernah berhasil,” tuturnya.




Menurut Roy Nadeak (36) warga yang sama, saksi mata, begitu mobil dump truck mengangkut tanah timbun hendak masuk ke perumahan, pelaku menyetopnya dan meminta sejumlah uang keamanan. Karena supir tidak memberinya, pelaku memakinya dan berkata k**t*l. Melihat supir dimaki, Roy dan korban menasehati pelaku.

“Tak terima dinasehati, pelaku kembali memaki saya dan korban dan mengatakan k**n*l sama mu,” ujarnya.

Tak terima dikatai jorok, korban memiting pelaku namun dipisah oleh Roy. Sambil pergi dari TKP, pelaku mengambil batu dan melempar korban, tetapi korban masih bisa mengelak.

“Tak lama pergi, pelaku kembali datang ke perumahan Bena Garden dan tanpa tanya pelaku langsung menikam korban,” ungkap Roy diamini Jefri Simarmata (20).

Begitu kena tikaman, korban terkapar di tanah dan dengan mempergunakan beca dia dibawa ke RS Medica.

“Korban saya rasa tewas di tempat, karena matanya tidak bergerak lagi,” sambungnya.

Sementara P. Sembiring (57) paman korban, mengatakan, korban sudah 2 tahun bekerja menjadi security perumahan dan mempunyai anak 2 orang yang masih kecil.

“Saat ini mertua, istri korban (S Beru Ginting) (35) dan kedua anaknya sedang berada di Desa Rambung Tampu (Kecamatan Lau Baleng, Dataran Tinggi Karo) mengikuti pesta tahunan tradisional Karo (kerja tahun). Kita menunggu istri dan anaknya datang, agar bisa berembuk di mana dikubur,” kisahnya.

Menurut M. beru Pinem keluarga korban, korban sangat dekat dengan kedua anaknya dan bertanggujawab dalam keluarga.

“Sekarang kita menunggu istrinya dari Gunung,” ujar beru Pinem.

Kapolsek Delitua Kompol Wira Prayatna melalui Panit 2 Ipda S. Situmorang SH membenarkan kejadian tersebut dan sudah mengamankan pelaku.

“Pelaku berhasil kita amankan dari persembunyiannya di Desa Sidomulyo (Kecamatan Biru-biru) sekitar 18.30 wib,” ujarnya.








Leave a Reply