Kolom Panji Asmoro Edan: PERBEDAAN AGAMA DAN SPIRITUALITAS

0
429

Tulisan bertema spiritualitas belakangan sudah agak jarang muncul di tengah sarana media yang beranekaragam dan tak terhitung jumlahnya. Entah, mungkin tulisan bertema ini tidak lagi menarik karena semua orang sudah paham dengan apa itu spiritualitas.

Saya sendiri beranggapan bahwa informasi mengenai spiritualitas masih sangat perlu untuk terus disajikan karena nilai pengetahuannya bisa berdampak pada penguatan nilai-nilai moralitas.

Untuk itulah pada kali ini saya mengangkat tulisan bertema Spiritualitas dengan harapan kembali mereview nilai-nilai yang ada padanya, serta dapat sedikit menambah pengetahuan mengenai spiritualitas dari perspektif yang mungkin belum diketahui pembaca.

Banyak orang mengira spiritualitas dan agama mempunyai kesamaan. Beberapa bahkan menganggap spiritualitas adalah sebuah sekte dari satu agama yang bertujuan memanipulasi ajaran agama itu sendiri. Pendapat ini mengemuka karena para penghayat agama tidak mau menerima apa pun bentuk paham di luar ajaran agama yang mereka yakini sepenuhnya benar. Selain itu karena kurangnya pengetahuan dan misinterpretasi terhadap spiritualitas itu sendiri.




Kalau pun spiritualitas dan agama mempunyai kesamaan, itu terletak pada pandangan terhadap sesuatu yang misterius yang tidak dipahami oleh akal pikiran manusia. Peristiwa supranatural, misalnya, pendapat agama itu terjadi karena kehendak Tuhan, sedangkan spiritualitas menilai hal itu sebagai sesuatu yang di luar kuasa pemahaman manusia. Sesuatu yang di luar kuasa pemahaman manusia dan Tuhan itu sendiri adalah sama-sama misteri.

Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Agama adalah sistem yang mengatur tata keimanan (kepercayaan) dan peribadatan kepada Tuhan Yang Mahakuasa serta tata kaidah yang berhubungan dengan pergaulan manusia dan manusia serta lingkungannya.

Sedangkan spiritualitas menurut Burkhardt (1993) adalah kepercayaan atau keyakinan dan komitmen terhadap sesuatu atau seseorang.

Menurut Burkhardt Spiritualitas meliputi aspek-aspek:

1) Berhubungan dengan sesuatau yang tidak diketahui atau ketidakpastian dalam kehidupan;

2) Menemukan arti dan tujuan hidup;

3) Menyadari kemampuan untuk menggunakan sumber dan kekuatan dalam diri sendiri; dan

4) Mempunyai perasaan keterikatan dengan diri sendiri dan dengan yang maha tinggi.

Spiritualitas berasal dari bahasa Inggris, yakni spirituality yang berarti kerohanian. Istilah spirit berarti “menjiwai atau prinsip vital manusia dan hewan”.

Secara etimologi spiritual berasal dari bahasa Perancis kuno, yakni espirit yang asal mula katanya dari bahasa Latin spiritus yang berarti jiwa, keberanian, semangat, dan nafas.

Demikian secara ringkas literasi mengenai kata spiritualitas.

Jika kita bergerak melewati ini dan mencoba untuk mempelajari dan memahami apa spiritualitas sebenarnya, maka jelas terdapat perbedaan antara spiritualitas dan agama ke kenyataan bahwa spiritualitas bukanlah terkait dengan agama dan tidak terhubung ke sebuah sekte apapun.

Berikut perbedaan antara agama dan spiritualitas yang mungkin dapat membantu Anda memahami apa sebenarnya spiritualitas tersebut:

1. Agama Membuat Anda ‘Membayar’ – Spiritualitas Memberi Anda Gratis

Agama memberitahu Anda untuk mengikuti sebuah ideologi dan mematuhi aturan-aturan tertentu atau Anda akan dihukum karenanya.

Koleksi Sri Ngena beru Gurusinga

Dalam agama adakalanya Anda diwajibkan membayar sesuatu sebagai ketentuan peribadatan dan bentuk kepatuhan Anda kepada Tuhan. Sebaliknya spiritualitas memungkinkan Anda mengikuti kata hati Anda dan apa yang Anda rasakan benar. Kesadaran Anda dalam hubungan kemanusiaan dan dengan alam akan sendirinya menggerakkan Anda melakukan suatu perbuatan yang baik dan menghindari perbuatan buruk.

Kedua hal itu Anda lakukan atas kesadaran pribadi dan bukan karena hal itu adalah perintah atau larangan Tuhan. Spiritualitas membuat Anda menerima bahwa kita semua adalah satu. Dan Anda tidak terkungkung dengan tata cara bagaimana Anda menghormati ilahi.

2. Agama Memberi Anda Ketakutan – Spiritualitas Menunjukkan Bagaimana Anda Berani

Agama memberitahu Anda apa yang harus ditakuti dan memberitahu konsekuensi apabila Anda melanggar ketakutan itu. Spiritualitas membuat Anda menyadari konsekuensi tetapi Anda tidak ingin fokus pada rasa takut.

Ini menunjukkan bagaimana Anda bergerak untuk melakukan apa yang Anda rasakan, meskipun ada konsekuensi yang mungkin datang. Anda akan bertindak atas cinta dan bukan pada rasa takut. Anda di tuntun mengontrol rasa takut dan menggunakan yang terbaik dari itu.

3. Agama Mengajar Anda ‘Kebenaran’ – Spiritualitas, Kebenaran Anda yang Temukan

Agama mengajarkan dan memberitahu apa yang harus Anda percaya sebagai sebuah kebenaran dan apa yang salah. Spiritualitas memungkinkan Anda menemukan sendiri dan memahaminya dengan cara yang unik tentang benar dan salah.

Ini memungkinkan Anda terhubung dengan ‘Pribadi Yang Maha Tinggi’ dan melihat dengan pikiran Anda sendiri bahwa sebuah kebenaran secara keseluruhan adalah sama untuk seluruh manusia. Anda melihat kebenaran secara universal, bukan melihat kebenaran menurut versi dari masing-masing agama.

4. Agama Memisahkan Diri dari Agama Lain – Spiritualitas Menyatukan Mereka

Dalam peradaban manusia ada banyak sekali agama. Bahkan agama pun tak luput dari siklus – muncul, berkembang, lalu punah. Semua agama memberitakan bahwa kisah agama mereka adalah kisah yang paling benar. Sedangkan spiritualitas melihat kebenaran ada dalam semua agama dan tidak mengenyampingkan kemungkinan kekeliruan dari ajaran agama.

Spiritualitas menyatukan semua pandangan kebenaran adalah sama bagi kita semua dan melihat perbedaan adalah keunikan kita. Fokus spiritualitas ada pada kualitas pesan ilahi dan saling berbagi, bukan menekankan pada rincian perbedaan dan cerita dari setiap agama.

Koleksi Sri Ngena beru Gurusinga

5. Agama Membuat Anda Dependent – Spiritualitas Membuat Anda Independent

Jika Anda menghadiri acara keagamaan dan melaksanakan ritual keagamaan secara tekun, maka Anda akan terlihat sebagai orang yang religius. Seorang yang religius menurut agama layak mendapat kebahagiaan. Spiritualitas menunjukkan bahwa Anda tidak perlu tergantung pada apa pun untuk menjadi bahagia. Kebahagiaan selalu ditemukan di dalam diri kita sendiri dan hanya kita bertanggungjawab untuk itu.

6. Agama Berlaku Hukuman – Spiritualitas Berlaku Hukum Aksi dan Reaksi

Agama mengatakan bahwa jika kita tidak mematuhi aturan-aturan tertentu ada hukuman yang menanti kita. Spiritualitas memungkinkan kita memahami bahwa setiap tindakan (aksi) akan menghasilkan reaksi dan menyadari bahwa hukuman merupakan suatu reaksi dari tindakan yang kita lakukan.

Spiritualitas mengandalkan kekuatan fundamental dari semesta dan hukum yang dibuat berdasarkan akal budi yang menjadi kesepakatan bersama untuk mengatur tindakan manusia. Anda tidak perlu percaya kepada hukuman yang dijatuhkan Tuhan kepada manusia oleh Tuhan dari satu agama tertentu.

7. Agama Membuat Anda harus Mengikuti Jalannya – Spiritualitas Melalui Jalan yang Anda Buat Sendiri

Dasar dari satu agama adalah berkisah tentang Tuhan atau Dewa. Panduan perjalanan menuju pencerahan dan kebenaran dibuat sedemikian rupa agar Anda mengikuti langkah-langkah dari orang beragama. Spiritualitas memungkinkan Anda melalui perjalanan Anda sendiri untuk memperoleh pencerahan dan menemukan kebenaran dengan mengikuti apa kata hati Anda karena kebenaran itu selalu sama, tidak peduli bagaimana Anda sampai ke sana.

8. Agama Merangkul Banyak Orang – Spiritualitas Merangkul Diri Anda Sendiri

Oleh para ‘penemunya’, agama diyakini sebagai perintah ilahi yang wajib diberitakan kepada setiap orang. Dalam agama, manusia dianggap sebagai subjek yang ‘tersesat’. Untuk itu setiap manusia perlu dipandu ke jalan menuju Tuhan.

Namun dalam perkembangannya, agama berubah menjadi kumpulan orang-orang yang pada akhirnya terperangkap kedalam kelompok ideologi ketimbang sebagai penunjuk jalan yang menghantarkan manusia ke kebenaran akan Tuhan itu sendiri.

Perebutan pengaruh dan rasa “kebenaran ada pada agamaku”, malah justru sering menimbulkan konflik di antara pemeluk agama yang berbeda. Agama kemudian seakan tak ubahnya dengan politik, dimana dominasi mayoritas kemudian turut menjadi alat penentu dan pengatur pihak minoritas tentang apa yang boleh dan tidak boleh mereka lakukan.




Sedangkan spiritualitas meletakkan penilaian baik buruk secara universal berdasarkan akal budi manusia. Spiritualitas memberi jalan kepada satu orang untuk menemukan ‘satu’ Tuhan. Ini berbeda dengan sekelompok orang di agama yang ‘menemukan’ satu Tuhan secara bersama-sama.

Itulah perbedaan antara agama dan spiritualitas yang diharapkan dapat membantu Anda memahami apa sebenarnya spiritualitas tersebut. Prinsip utama spiritualitas adalah bahwa rasa mengenai keilahian ada di dalam diri setiap manusia. Itu mengapa setiap individu layak mengelaborasi pengertiannya tentang kebenaran sejati tanpa mesti terikat dengan satu dogma agama apa pun.

Lantas apakah spiritualitas dapat menggantikan agama?

Berdasarkan uraian di atas tentu tidak karena agama adalah sebuah paham yang lebih bersifat kolektif, sedangkan spiritualitas adalah sebuah paham yang bersifat personal. Mengingat di tengah suasana keagamaan di Indonesia yang tidak lagi seelok dulu, barangkali ada baiknya kita juga menghayati spiritualitas sehingga bisa mendetoksifikasi paham agama yang bertendensi negatif.

Mungkin justru akan lebih baik jika penganut agama yang terikat dengan pakem dogmatis mau menghayati spiritualitas, sehingga rasa ‘keakuan’ setiap pemeluk agama dapat lebih cair dan beresonansi harmonis dengan seluruh keyakinan umat manusia. Saya pribadi tentu tidak berharap manusia yang begitu ‘kerasukan’ Tuhan justru malah menjadi serigala dan menjadi bencana bagi manusia lainnya.

VIDEO: Penampilan tradisi lama Karo yang diolah menjadi sebuah seni panggung (performing art) oleh koreografer Juara R. Ginting. Kelompok seni yang tampil adalah Sanggar Seni Sirulo, saudara sepupu media online SORA SIRULO.







Leave a Reply