Kolom Ganggas Yusmoro: MEMATAH SAYAP GARUDA MERAH (Hingga Linglung Dua Tiga Tombak)

0
315

Jika diperhatikan, gelagat uji tanding untuk Pilpres 2019 sudah dimulai. Kepakan-kepakan sayap Garuda Merah sudah mulai meliuk-liuk. Menghentak dan membuat pusaran angin yang diharapkan agar para punggawa sang Yudistira kebingungan.

Apakah kepakan Garuda Merah luput dari perhatian Sang Yudistira yang dulu hanya seorang tukang mebel? Apakah Sang Yudistira masih plonga plongo? Mari kita simak kebijakan Sang Yudistira beberapa waktu belakangan ini.

Memindahkan Ibukota

Meski ini masih dalam penggodokan Bappenas, kebijakan memindahkan ibu kota ternyata mendapat respon yang luar biasa. Banyak kalangan mengapresiasi kebijakan ini. Malah kepingin secepatnya.

Dari aspek politik artinya apa? Jelas, ini adalah strategi mematahkan sayap Garuda Merah yang sudah terlanjur mencengkeram Jakarta. Alhasil sayap-sayap Garuda Merah gerah dan meradang. Bahkan Pak JK yang ditengarai masih punya cita-cita untuk melampiaskan ambisinya juga ikut-ikut klepek-klepek.




Dukungan serta aplaus untuk memindahkan ibukota dari banyak rakyat Indonesia adalah keputusan politik yang langsung menyengat sayap-saya Garuda Merah.

Mampir di Turki Sebelum ke Jerman

Tidak dipungkiri, selama ini banyak yang merasa Presidennya adalah Erdogan. Banyak yang masih mabok bebek angsa bahwa dibanding Erdogan, sang Yudistira yang dulu tukang kayu hanyalah manusia ndeso yang tidak tahu apa-apa. Rupa-rupanya, mereka pada kecele. Mereka malah demam puyuh ketika Si Mantan Tukang Kayu bergandengan mesra denga Si Erdogan. Malah, kalau diperhatikan, yang menggandeng adalah Tuan Erdogan.

Apakah kunjungan ke Turki ada dampak politis untuk Indonesia? Yow, jelas ada, leh. Sangat ada sekali. Apa itu?

Nah, itu terbukti membungkam mulut. Sang mantan Tukang mebel tidak lagi kena kepakan sayap dikatakan Syiah, syiuhh dan semacamnya. Patah lagi sayap.

Disyahkan Perppu Tentang Ormas Radikal

Kita semua jelas mendengar keputusan itu yang diumumkan oleh Bpk Wiranto. Kenapa oleh Pak Wiranto? Kenapa bukan Pak Titto umpamanya? Tentu rakyat negeri ini masih tahu begitu jelas peristiwa dicopotnya atribut dipundak Pak Prabowo oleh Pak Wiranto. Apa maknanya? Jelas itu adalah pesan yang tidak main-main buat Pak Prabowo.

Di samping memang secara manfaat demi menjaga keutuhan NKRI serta menegakkan Pancasila, Perppu tentang Ormas Radikal sangat dibutuhkan agar Ormas tidak “sak karepe dewe”.

Apakah juga keputusan Perppu tentang Ormas radikal juga ada faktor politis? Ada!! Dan, ini akan menindak siapa saja yang berani menggunakan cara-cara seperti halnya Pilkada DKI JAKARTA.

Jika akhir-akhir ini sayap-sayap Garuda Merah mulai ngawur, mulai seperti orang kalap. Termasuk yang bertitel Profesor, yang S1 Akutansi, dan Duo F yang sering melakukan blunder, bisa diartikan Garuda Merah mulai limbung, linglung dan terhuyung-huyung dua tiga tombak jauhnya.








Leave a Reply