Seorang ustad bilang, di surga itu nanti kita akan menikmati pesta seks. Sayang dia tidak merinci pestanya seperti apa. Bagaimana gaya bercinta pesertanya atau apakah di surga nanti ada larangan mengikuti style Kamasutra karena lahir dari kitab berbahasa Sankrit?

Jika saja ustad merinci bagaimana pesta itu berlangaung dan menggambarkan suasananya lebih detil. Plus ekspresi orgasme orang-orang di surga itu, mungkin kita jadi lebih mudah membedakan mana ceramah agama dan yang mana peserta lomba baca cerita stensilan.

Tapi, mendengar kata pesta seks yang terbayang adalah ada banyak orang ramai-ramai menikmati hubungan kelamin sebebas-bebasnya. Namanya juga pesta. Apalagi ustad itu bilang apa yang dilarang di dunia akan kita nikmati di surga nanti.

Ustad ini bicara seperti itu di sebuah acara dakwah TransTV. Jemaah yang hadir kebanyakan ibu-ibu muda berjilbab. Entah apa yang ibu-ibu penonton itu fikirkan ketika ustad menyebut kata-kata pesta seks. Apakah mereka senang, jijik, jengah, atau justru malah berkhayal masuk surga versi ustad.

Saya yang mendengar dari potongan video youtube hanya bisa komentar kecil, surga kok, kayak film bokep.




Sebagai mahluk beragama yang punya malu kita risih mendengar soal kelamin ini disemburkan dalam sebuah acara ceramah agama di TV yang ditonton umum. Kuping kita gatal.

Makanya cacian pertama harus kita semburkan kepada stasiun TV yang menayangkan acara ini.

Kenapa mereka menampilkan ustad berorientasi selangkangan ini bicara secara bebas?

Jangan mentang-mentang acara agama lalu berfikir bahwa semua isi perut dan celana dalam si ustad bisa diungkapkan secara terbuka di depan publik. Sehingga stasiun TV merasa tidak perlu mensensornya. Karena mereka menyangka seburuk-buruknya ustad adalah sebaik-baiknya bintang bokep.

Ke dua yang perlu dipertanyakan, siapa sih penanggungjawab acara tersebut? Apa kriteria mereka untuk memilih seseorang bisa berkoar-koar mengajarkan kitab suci dari sebuah stasiun TV yang ditonton jutaan orang?

TV-TV kita sudah lama diracuni oleh ustad-ustad model begini. Rakyat yang ingin belajar agama jadi mencong otaknya karena disuguhkan pemahaman beragama yang makin aneh. Ibu-ibu polos yang berharap dapat pahala ketika ikut pengajian malah mejeblos pada ajaran agama yang bengkok.

Tampaknya pemerintah perlu mengambil langkah untuk membuat aturan mengenai penceramah agama di TV ini. Ok, kemarin sempat ada usul dari Menteri Agama untuk mensertifikasi para khatib. Mungkin itu memang merepotkan karena masjid sebagian besar dibangun dari swadaya umat. Makanya soal sertifikasi itu akhirnya dikembangkan bahwa pemerintah mau mensensor dakwah. Lalu Menag mundur.

Tapi ini stasiun TV yang menggunakan frekuensi milik publik. Mereka memang punya alat siarnya, punya ijin usaha, punya wewenang menentukan acara. Tapi ingat frekuensi yang digunakan tetaplah tidak bisa dimilikinya sendiri. Ada hak publik di sana. Jutaan orang yang menyaksikan acara tersebut harus dilindungi dari ajaran bengkok yang disemburkan ustad-ustad karbitan dan kadang-kadang membawa ajaran radikal.

Jadi wajar saja jika Depag mengambil langkah untuk menyusun kreteria siapa-siapa saja orang yang boleh mengisi ceramah agama di televisi. Apa level pendidikannya, latar belakang keilmuannya, dan bagaimana kemampuan artikulasinya. Jika ada stasiun TV yang tidak mau ikut aturan, jitak aja.

Memang agak mebingungkan dengan beberapa tokoh agama beraliran sama ini. Perihal agama yang dibicarakan melulu yang itu-itu saja : mengkafir-kafirkan orang, menuding-nuding bid’ah, dan soal selangkangan. Dari dulu mutarnya ke situ-situ saja.

“Mas, ustad itu tahu gak, kalau di Jepang sekarang kekurangan bintang porno pria, Gak perlu nunggu mati, kan?” ujar Bambang Kusnadi.

“Maksudnya, Mbang?”

“Gak ada maksud apa-apa,” katanya seperti tidak mau meneruskan omongan.

“Ini buburnya setengah apa satu, mas?” tanyanya seperti mengalihkan pembicaraan.

Lalu dia sibuk menyiapkan bubur ayam untukku.








4 COMMENTS

  1. Dasar ustad mesum. yang kami tahu. Orang yang otak mesum tidak akan bisa masuk surga. Kenikmatan tertinggi di surga adalah ketika kita berjumpa dengan Allah swt. Kenikmatan dunia seperti makan, keindahan, minuman semuanya berlimpah dan kadarnya berlipat di surga. Fisik manusia dan rupa manusia juga di kembalikan ke wujud terbaiknya. Seks juga bukan hal yang mustahil dengan semua fasilitas tersebut. Namun tingkat kesolehan dan kepatuhan yang murni itu juga telah di kembalikan kepada manusia. Manusia bisa mendapatkan semuanya namun dengan cara yang soleh dan baik karena hati-hati manusia telah di sucikan kembali ketika akan masuk surga. Semua kenikmatan tersebut tidak ada artinya dengan kenikmatan akan bertemu sang pencipta di surga kelak

    Surga bukanlah sesuatu yang bisa diraih seperti membalikkan tangan sobat

    wahhhh…aku alo ustad nake… tapi lebih baik jadi orang awam dari pada jadi ustad berotak mesum

    bujur

  2. saya jadi mngerti & paham setelah melihat,mndengar pnjelasan Ustad ini dri video nya,

    “jadi Berjihad bela agama, demo bersambung,Radikal & rela Mati seperti Bom bunuh diri ituDemi mengejar “PESTA SEX DI SURGA ATAU AKHIRAT ”

    Wahh enak yaa..
    ayooo buat para pecinta Sex, silahkan Pindah ke Agama Ustadz ini..
    Agama dngan pngajaran yg sesuai dengan Hasrat & sesuai dengan selera Kalian..!!

Leave a Reply