Kolom Ganggas Yusmoro: Mau Dibawa ke Mana Negeri Ini oleh Koruptor?

0
540

Sebentar lagi kita semua memperingati hari Kemerdekaan RI ke 72. Usia yang masih relatif dini untuk sebuah negara jika dibandingkan dengan Amerika. Namun, jika dibanding dengan negara-negara tetangga, usia Kemerdekaan negri ini nyaris beda tipis.

Suatu ketika, saya bincang-bincang dengan temen yang berkebangsaan Malaysia. Dia bilang: “Pak Cik, jika negara you itu tidak salah urus, rasanya negara anda rakyatnya makmur. Rakyatnya sudah tidak harus mencari kerja di negara kami. Bahkan harus menjadi pendatang haram yang hidupnya selalu dicekam ketakutan.”

Sesaat saya terdiam. Mau bilang apa? Wong ya faktanya memang begitu.

Dan, kita bisa membayangkan, apa sih yang tidak ada di indonesia? Dengan tanahnya yang subur, dengan sumber alam yang melimpah mulai dari emas, perak, minyak, batubara, timah, hingga uranium sebagai bahan buat bom atom ada di Indonesia.




Bukan itu saja, dekade tahun 1970an , Pulau Sumatra, Kalimantan hingga Papua masih banyak hutan lebat. Namun, saat ini, hutan hutan itu sudah menjadi areal perkebunan sawit. Lalu, hasil hutan selama ini ke mana?

Negeri ini yang sejatinya subur, ternyata tidak membuat rakyatnya makmur. Di beberapa daerah terutama indonesia bagian Timur, rakyatnya dibiarkan bodoh. Lapangan kerja hanya menjanjikan hidup yang tidak pasti. Upah kerja yang hanya cukup untuk makan.

Beda dengan Malaysia, upah buruh kasar, kuli bangunan di negri jiran bisa 3 kali lipat upah di negeri ini. Upah menjadi PRT atau kerja di pabrik juga bisa berlipat-lipat dibanding di negeri Indonesia ini.

Jika kemarin God Father yang terkenal licin, yang cerdik bagaikan kancil nyolong timun dengan nilai trilyunan rupiah, malah dibela mati-matian oleh konco-konconya. jelas, rakyat ini hanyalah sapi perah. Hanya dikibuli oleh mereka yang terhormat wakil rakyat.

Jujur, tiba-tiba saya jadi ingat Pak SBY. Barangkali jika beliau masih jadi presiden, tentu hanya bisa bilang: “Saya prihatin sodara, sodara ..”

Lalu rakyat seperti kita mau bilang apa?






Leave a Reply